AFU.id

Indeks Berita

Ribuan Aduan Masuk, Kemnaker RI Perketat Pengawasn Pembayaran THR dan BHR Ojol Selama Idulfitri 2026

Pengawasan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) dan Bonus Hari Raya (BHR) bagi para pekerja tetap menjadi prioritas utama pemerintah meski memasuki masa libur nasional dan cuti bersama Idulfitri 2026. Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Menaker RI), Yassierli memastikan Posko THR 2026 tetap beroperasi secara penuh guna melayani konsultasi serta aduan dari buruh, pengemudi ojek daring, hingga kurir logistik. Kehadiran posko tersebut sangat krusial untuk menjamin hak keagamaan para pekerja

Ribuan Aduan Masuk, Kemnaker RI Perketat Pengawasn Pembayaran THR dan BHR Ojol Selama Idulfitri 2026

Gak Mudik Tetap Asyik, Ini 5 Tips Persiapan Staycation Seru saat Libur Lebaran

Menjelang libur lebaran, bagi mereka yang berencana pulang kampung mungkin sudah mulai sibuk menyusun rencana perjalanan. Namun, tidak semua orang melakukan tradisi mudik; ada yang memang tidak memiliki kampung halaman atau justru lebih memilih untuk menghabiskan waktu di Jakarta. Bagi Anda yang termasuk dalam kelompok yang tidak mudik tahun ini, tidak perlu merasa sedih. Momen perayaan Idulfitri tetap bisa dinikmati dengan suasana yang menyenangkan. Salah satu alternatif untuk menghibur diri se

Gak Mudik Tetap Asyik, Ini 5 Tips Persiapan Staycation Seru saat Libur Lebaran

Demi Akuntabilitas Pemerintah Minta Pengelola Dana Filantropi Membuat Laporan Keuangan Teraudit

Tata kelola zakat nasional kini berada di posisi sebagai instrumen strategis pemerintah dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Wakil Menteri Agama Republik Indonesia (Wamenag RI), Romo Muhammad Syafi’i menegaskan pentingnya penguatan regulasi dan pengawasan ketat terhadap lembaga amil guna menjamin akuntabilitas dana umat. Yang mana, Kementerian Agama (Kemenag) RI akan berperan penuh sebagai regulator yang menetapkan kebijakan, sementara Badan Amil Za

Demi Akuntabilitas Pemerintah Minta Pengelola Dana Filantropi Membuat Laporan Keuangan Teraudit

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Desak Puspom TNI Transparan Usut Pelaku Penyerangan Andrie Yunus

Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Sukamta mendesak Pusat Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia (Puspom TNI) untuk transparan dalam mengusut tuntas pelaku penyerangan terhadap Andrie Yunus. Kebebasan sipil dan demokrasi di Indonesia kini menjadi sorotan setelah terjadinya kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Sukamta menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa yan

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Desak Puspom TNI Transparan Usut Pelaku Penyerangan Andrie Yunus

Belum Genap 3 Bulan, Ekspor Perikanan Indonesia Tembus Rp16,7 Triliun

Ekspor perikanan Indonesia mencatatkan nilai USD983,14 juta atau setara Rp16,7 triliun sejak Januari hingga menjelang Idulfitri 2026. Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) melaporkan volume pengiriman ikan ke berbagai negara mitra telah menyentuh angka 197.718 ton hingga pertengahan Maret 2026. Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil KKP RI, Ishartini menyampaikan bahwa mutu produk nasional telah memenuhi standar global. Penerbitan Sertifikat Mutu dan Keamana

Belum Genap 3 Bulan, Ekspor Perikanan Indonesia Tembus Rp16,7 Triliun

APBN untuk Situasi Terburuk yang Mungkin Dihadapi

Oleh: Andi Rahmat (Wakil Ketua Umum Bidang Pertahanan Kadin Indonesia/Pendiri AR Strategic Research and Advisory) AFU.ID , JAKARTA - Kalau kita mengikuti secara seksama berbagai diskusi, opini dan laporan-laporan perkembangan Perang Amerika Serikat-Israel versus Iran, hal umum yang mungkin jadi kesimpulan kita adalah ketidakpastian ( uncertainty ). Lebih spesifik lagi, ketidakpastian ekonomi dunia dan juga domestik yang kian hari kian meningkat seiring dengan peningkatan eskalasi perang di Timur

APBN untuk Situasi Terburuk yang Mungkin Dihadapi

Usman Hamid: Saya Mungkin Nanti Akan Mati Seperti Munir, Saya Siap

Ruang diskusi di Akbar Faizal Uncensored mendadak terasa lebih sunyi dari biasanya. Bukan karena kehilangan kata, tetapi karena satu kalimat yang meluncur tanpa ragu—dingin, jujur, dan mengguncang. “Saya mungkin suatu hari akan mati, dan mungkin berakhir seperti Munir. Saya siap untuk itu.” Kalimat itu datang dari Usman Hamid, di hadapan Akbar Faizal dan Fadhil Alfathan. Ia bukan sekadar pernyataan emosional, melainkan refleksi panjang dari perjalanan advokasi yang tak pernah benar-benar aman. N

Usman Hamid: Saya Mungkin Nanti Akan Mati Seperti Munir, Saya Siap

Ketika Negara Menghitung Untung, Pikiran Kritis Terpinggirkan

Percakapan di Akbar Faizal Uncensored kali ini bergerak pelan, tapi menghantam dalam. Bukan hanya soal kekerasan yang tampak di permukaan, melainkan tentang sesuatu yang lebih sunyi—cara negara memandang warganya sendiri. Akbar Faizal membuka diskusi dengan kegelisahan yang terasa dekat: dunia sedang bergejolak, perang di luar negeri menekan ekonomi, dan dampaknya merembes hingga ke dalam negeri. Namun di saat yang sama, justru muncul luka dari dalam—ketika sesama warga saling melukai, bahkan hi

Ketika Negara Menghitung Untung, Pikiran Kritis Terpinggirkan

“Semakin Ditekan, Semakin Melawan”: Suara Muda yang Tak Mau Padam di Tengah Teror

Percakapan di Akbar Faizal Uncensored kembali mengalir, tetapi nadanya tetap sama—tegang, reflektif, dan menyisakan pertanyaan yang belum terjawab. Di hadapan publik, Akbar Faizal mengarahkan diskusi pada satu hal yang lebih dalam dari sekadar peristiwa: bagaimana generasi muda memaknai luka yang ditinggalkan oleh teror. Pertanyaan itu dijawab langsung oleh Fadhil Alfathan dari Lembaga Bantuan Hukum Jakarta. Jawabannya tidak berputar-putar—jujur, sekaligus menohok. Ia mengakui, luka itu nyata. A

“Semakin Ditekan, Semakin Melawan”: Suara Muda yang Tak Mau Padam di Tengah Teror

Dari Podcast ke Teror, LBH Jakarta: Andrie Telah Diincar

Ruang diskusi di Akbar Faizal Uncensored kembali berubah menjadi ruang investigasi yang hidup. Kali ini, sorotan mengarah pada satu pertanyaan mendasar: mengapa seorang aktivis harus diserang sedemikian rupa? Akbar Faizal mengajukan pertanyaan itu langsung kepada Fadhil Alfathan, Direktur Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, yang turun langsung dalam tim advokasi dan pencarian fakta. Jawaban yang muncul bukan sekadar dugaan, melainkan konstruksi yang disusun dari serpihan peristiwa. Bagi Fadhil, seran

Dari Podcast ke Teror, LBH Jakarta: Andrie Telah Diincar