AFU.id

Indeks Berita

Abu Bakar Ba'asyir Hadiri Milad Seabad Pondok Pesantren Gontor

Tokoh ulama Abu Bakar Ba'asyir mengunjungi Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, dalam rangkaian peringatan Milad Seabad Gontor, pada Sabtu (20/6/2026). Kehadirannya menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang dihadiri alumni, ulama, dan berbagai tokoh dari sejumlah daerah. Dalam kunjungannya, Ba'asyir berkeliling melihat sejumlah stan bazar yang disiapkan panitia serta mengikuti kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan 100 tahun berdirinya pesantren tersebut. Ia menyampai

Abu Bakar Ba'asyir Hadiri Milad Seabad Pondok Pesantren Gontor

Ekonom Ingatkan BI Harus Pastikan SRBI Tak Terlalu Sedot Likuiditas Perbankan

Bank Indonesia (BI) perlu memastikan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), yang saat ini menawarkan imbal hasil (yield) relatif tinggi, tidak terlalu menyedot likuiditas perbankan. Berdasarkan publikasi BI, rata-rata tertimbang (RRT) imbal hasil SRBI di pasar sekunder pada seluruh tenor cenderung meningkat dan berada di kisaran 7 persen pada Jumat (12/6). “Karena imbal hasil SRBI yang terlalu menarik dapat membuat bank harus menaikkan bunga simpanan untuk mempertahankan dana,” kata Kepala Ekon

Ekonom Ingatkan BI Harus Pastikan SRBI Tak Terlalu Sedot Likuiditas Perbankan

Pesan Kiai Sepuh Ploso Sebelum Muktamar PBNU: Singgung Khittah, Marwah dan Persatuan Umat

Masyayikh menyelenggarakan Ramah Tamah Masyayikh Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu, jelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026. Masyayikh atau kiai sepuh, yang terdiri atas para alim ulama dan pengasuh pondok pesantren itu meminta gelaran Munas dan Konbes PBNU tidak membahas maupun menetapkan materi-materi yang berpotensi mengurangi, menggeser, atau menjauhkan hubungan historis

Pesan Kiai Sepuh Ploso Sebelum Muktamar PBNU: Singgung Khittah, Marwah dan Persatuan Umat

OKI Kutuk Keputusan Israel Ubah Status Kota Hebron, Kewenangan Masjid hingga Situs Penting Jadi Hilang

Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) telah memperingatkan bahaya yang ditimbulkan oleh rencana otoritas pendudukan Israel untuk mengubah status politik, sejarah, dan hukum Kota Hebron. Menurut OKI, langkah terbaru itu berupa keputusan Menteri Keuangan Israel untuk mencabut kewenangan Pemerintah Kota Hebron atas Masjid Ibrahimi, Kota Tua, dan wilayah sekitarnya serta membatalkan Perjanjian Hebron. Dalam pernyataan pada Rabu (17/6/2026), Sekretariat Jenderal OKI menegaskan Israel, sebagai kekuatan pe

OKI Kutuk Keputusan Israel Ubah Status Kota Hebron, Kewenangan Masjid hingga Situs Penting Jadi Hilang

PBNU Gelar Konbes Jelang Muktamar, Bahas Isu Global hingga Arah Pergerakan Organisasi

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyebut kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 digelar untuk membahas persiapan muktamar. Ketua Steering Committee (SC) Munas dan Konbes NU 2026 K.H. Ahmad Said Asrori mengungkapkan kegiatan Munas dan Konbes ini merupakan forum terakhir pada periode kepengurusan PBNU saat ini sebelum memasuki persiapan muktamar. “Munas dan Konbes ini pembahasannya adalah menyangkut masalah-masalah dunia, menyangkut waqi'

PBNU Gelar Konbes Jelang Muktamar, Bahas Isu Global hingga Arah Pergerakan Organisasi

Lidi Nipah Kaltim Tembus Pasar India, Kelompok Tani Raup Ratusan Juta

Kelompok Tani Hutan atau KTH Sinar Nilam asal Kalimantan Timur mengekspor komoditas lidi nipah curah ke pasar India. Dalam dua tahun terakhir, volume ekspor komoditas tersebut hampir mencapai 40 ton. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kehutanan Kaltim Rusmad mengatakan, ekspor lidi nipah menjadi salah satu bukti bahwa produk perhutanan sosial dari daerah mampu menembus pasar internasional. "Langkah ekspor ini terbukti mampu memperluas jangkauan pasar hingga ke mancanegara," kata Rusmad di Samarinda, S

Lidi Nipah Kaltim Tembus Pasar India, Kelompok Tani Raup Ratusan Juta

Ekonom Global Sebut Indonesia Tetap Menarik di Mata Investor

Global Chief Economist Juwai IQI Shan Saeed menilai Indonesia masih menjadi salah satu tujuan investasi menarik bagi investor global. Penilaian itu muncul di tengah masuknya Indonesia dalam klasifikasi Emerging Market pada Global Market Accessibility Review 2026. Meski Indonesia mendapat catatan dari Morgan Stanley Capital International atau MSCI terkait arus informasi pasar, Shan menilai perhatian tersebut justru dapat menjadi momentum untuk memperkuat daya saing pasar keuangan nasional. Ia men

Ekonom Global Sebut Indonesia Tetap Menarik di Mata Investor

Dua PLTU Bermasalah, PLN Akui Pemadaman Bergilir Terjadi di Pulau Jawa

PT PLN (Persero) mengungkap penyebab pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa dalam beberapa waktu terakhir. Gangguan itu dipicu kendala teknis pada dua pembangkit listrik tenaga uap atau PLTU besar milik mitra PLN. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, dua pembangkit yang dioperasikan Independent Power Producer atau IPP mengalami gangguan teknis dan keluar dari sistem kelistrikan Jawa. “Kami menghadapi tantangan, ada kendala teknis di dua pembangkit besa

Dua PLTU Bermasalah, PLN Akui Pemadaman Bergilir Terjadi di Pulau Jawa

Regenerasi Petani Banten Mendesak, Stigma Kumuh Masih Jadi Penghalang

Pemerintah Provinsi Banten mendorong penerapan pertanian modern berbasis teknologi untuk mempercepat regenerasi petani. Langkah itu dilakukan karena mayoritas petani di Banten saat ini didominasi kelompok usia tua. Plt Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Nasir mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Sebab, minimnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian dapat mengancam keberlanjutan produksi pangan di masa depan "Usia rata-rata petani di Banten sekarang

Regenerasi Petani Banten Mendesak, Stigma Kumuh Masih Jadi Penghalang

Yield SRBI Tinggi Dikhawatirkan Sedot Likuiditas Bank, BI Diminta Waspada

Kepala Ekonom PermataBank Josua Pardede mengingatkan Bank Indonesia agar menjaga imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia atau SRBI tidak terlalu tinggi hingga menyedot likuiditas perbankan. Josua menilai yield SRBI yang terlalu menarik berpotensi membuat bank harus menaikkan bunga simpanan untuk mempertahankan dana nasabah. “Karena imbal hasil SRBI yang terlalu menarik dapat membuat bank harus menaikkan bunga simpanan untuk mempertahankan dana,” kata Josua di Jakarta, Sabtu (20/6/2026).BI se

Yield SRBI Tinggi Dikhawatirkan Sedot Likuiditas Bank, BI Diminta Waspada