JAKARTA, AFU.ID — Sejumlah maskapai internasional membatalkan dan menangguhkan penerbangan menuju Riyadh, Arab Saudi, menyusul serangan yang diklaim kelompok Houthi terhadap ibu kota Saudi tersebut. Situasi ini turut berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh. Pantauan Afu.id melalui situs pelacak penerbangan Flightradar, Sabtu malam (10/10/2026) menunjukkan tidak ditemukan aktivitas pendaratan pesawat di bandara tersebut pada waktu pengamatan. Kondisi ini menjadi perhatian di tengah laporan penghentian sementara layanan penerbangan oleh sejumlah maskapai internasional.
Dikutip dari Associated Press (AP), Jumat (9/10/2026), lebih dari 275 penerbangan di Bandara Internasional King Khalid dibatalkan pada Kamis (8/10). Berdasarkan data FlightAware yang dikutip AP, pembatalan tersebut mencakup sekitar 40 persen dari jadwal kedatangan dan 30 persen dari jadwal keberangkatan. Laporan tersebut muncul setelah sejumlah ledakan terdengar di Riyadh, termasuk ledakan besar yang dilaporkan terdengar di kawasan bandara internasional.
Salah satu maskapai yang mengambil langkah penghentian layanan adalah Lufthansa Group, perusahaan penerbangan asal Jerman yang menaungi Lufthansa dan sejumlah maskapai Eropa lainnya. Lufthansa Group mengumumkan penangguhan penerbangan menuju Riyadh hingga 16 Oktober 2026. Keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah.
Maskapai asal India juga melakukan langkah serupa. Air India menyatakan penerbangan dari Delhi menuju Riyadh yang beroperasi pada Kamis telah kembali ke Delhi sebelum akhirnya dibatalkan. Maskapai tersebut juga menghentikan sementara seluruh penerbangan dari dan menuju Riyadh hingga Sabtu (10/10). Dalam pernyataannya, Air India menyebut keputusan itu diambil demi keselamatan penumpang dan awak pesawat. Maskapai tersebut menyatakan terus memantau perkembangan situasi.
Maskapai berbiaya rendah Akasa Air turut menangguhkan penerbangan dari dan menuju Riyadh hingga Sabtu. Sementara itu, IndiGo membatalkan layanan penerbangan ke Riyadh hingga Jumat (9/10). Kedutaan Besar India di Riyadh juga menyampaikan informasi mengenai penghentian sementara layanan oleh sejumlah maskapai India.
Flightradar24 Laporkan Aktivitas Bandara Terhenti Sementara
Situasi penerbangan di Riyadh juga menjadi perhatian layanan pelacakan penerbangan global Flightradar24. Dalam laporan yang disampaikan melalui akun X pada Kamis, Flightradar24 menyebut Bandara Riyadh kembali ditutup. Saat laporan tersebut disampaikan, pesawat terakhir tercatat mendarat lebih dari 80 menit sebelumnya, sedangkan keberangkatan terakhir tercatat lebih dari 90 menit sebelumnya.
Temuan itu sejalan dengan pantauan Afu.id yang tidak menemukan aktivitas pendaratan pesawat pada waktu pengamatan. Meski demikian, pantauan pada rentang waktu tertentu tidak dengan sendirinya memastikan seluruh penerbangan menuju Arab Saudi dibatalkan. Data tersebut perlu dibaca bersama informasi resmi bandara dan pengumuman masing-masing maskapai, mengingat kondisi operasional penerbangan dapat berubah sewaktu-waktu.
Houthi Klaim Bertanggung Jawab atas Serangan
Kelompok Houthi yang berbasis di Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serangan terbaru terhadap Riyadh. Kelompok tersebut menyatakan telah meluncurkan rudal balistik yang menyebabkan kerusakan, tetapi tidak menyertakan bukti atas klaim tersebut. Juru bicara militer Houthi kemudian menyatakan kelompoknya kembali meluncurkan rudal balistik dan rudal jelajah yang menargetkan bandara di Riyadh serta kota Najran di wilayah barat daya Arab Saudi.
Houthi mengklaim serangan tersebut mengganggu aktivitas penerbangan. Namun, berdasarkan laporan AP yang menjadi rujukan berita ini, pemerintah Arab Saudi belum memberikan tanggapan langsung terhadap klaim tanggung jawab tersebut.
Penghentian sementara penerbangan oleh sejumlah maskapai menunjukkan dampak situasi keamanan terhadap operasional penerbangan internasional. Maskapai yang melayani rute Riyadh mengambil langkah berbeda berdasarkan keputusan operasional masing-masing dan perkembangan situasi di lapangan. Penumpang yang memiliki jadwal penerbangan menuju atau dari Riyadh perlu memeriksa status penerbangan melalui maskapai terkait serta memantau pengumuman resmi bandara sebelum berangkat.
Hingga informasi dalam laporan AP tersebut diterbitkan, penangguhan layanan oleh sejumlah maskapai masih berlaku sesuai periode yang diumumkan masing-masing perusahaan. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada situasi keamanan dan keputusan otoritas penerbangan. (EER)