JAKARTA, AFU.ID — Pakta pertahanan yang dibentuk oleh Arab Saudi, Turki, dan Pakistan akan menggelar pertemuan darurat di Riyadh, Arab Saudi, pekan depan. Pertemuan tersebut akan membahas opsi menghadapi serangan kelompok Houthi di Yaman, termasuk kemungkinan pendekatan politik terhadap kelompok tersebut. Menteri Luar Negeri Pakistan Mohammad Ishaq Dar mengatakan Iran telah mengusulkan agar persoalan Houthi diselesaikan melalui pendekatan politik. Usulan itu akan menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan darurat komite Pakta Pertahanan Makkah.
"Belum ada tawaran tertulis yang konkret. Ini merupakan curah pendapat antara dua menteri luar negeri," kata Dar dalam konferensi pers, seperti dilaporkan Reuters, Jumat (2/10/2026). Dar mengatakan pendekatan politik tersebut diusulkan sebagai alternatif terhadap tindakan militer atau "kinetic action". Menurut dia, Arab Saudi, Turki, dan Pakistan akan menentukan langkah selanjutnya dalam pertemuan tersebut. Tanggal pasti pertemuan masih akan dikonfirmasi.
Pertemuan darurat ini berlangsung di tengah meningkatnya serangan Houthi yang membuat Arab Saudi berada dalam posisi waspada. Riyadh sebelumnya menuduh Houthi mengincar wilayah yang berkaitan dengan dua kota suci umat Islam, Makkah dan Madinah. Dar juga mengatakan Iran telah mengambil jarak dari Houthi dan sejumlah milisi di Irak. Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi, kata Dar, menginginkan persoalan tersebut segera diselesaikan.
Pakistan juga telah memberikan penjelasan kepada Iran mengenai mekanisme pakta pertahanan tersebut serta komitmen Pakistan untuk menjalankan kewajibannya. Pakta Pertahanan Makkah dibentuk oleh Arab Saudi, Turki, dan Pakistan melalui penandatanganan Mecca Joint Defence Agreement pada 7 Agustus 2026. Kesepakatan itu menetapkan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu negara anggota akan diperlakukan sebagai serangan terhadap ketiga negara.
Ketiga negara tersebut juga telah meningkatkan koordinasi militer. Para kepala militer mereka bertemu di Riyadh pada 25 September lalu dan mengecam serangan Houthi. Militer Pakistan pada Jumat (2/10) kembali menyatakan kecaman keras terhadap serangan Houthi terhadap Arab Saudi. Pakistan juga menyatakan solidaritas kepada Riyadh serta komitmennya terhadap keamanan tempat-tempat suci umat Islam.
Selain membahas Houthi, Dar mengungkapkan bahwa lebih dari enam negara disebut berminat bergabung dengan pakta tersebut. Namun, dia tidak menyebutkan negara-negara yang dimaksud. Dar mengatakan permintaan keanggotaan baru belum dapat diproses sampai pakta tersebut sepenuhnya operasional. Proses itu diperkirakan dapat membutuhkan waktu hingga satu tahun.
Pertemuan darurat di Riyadh nantinya akan menjadi forum penting bagi ketiga negara untuk menentukan apakah persoalan Houthi akan ditempuh melalui pendekatan politik sebagaimana diusulkan Iran atau melalui langkah lainnya. (EER)