AFU.id

KPK Geledah 8 Lokasi Kasus Korupsi Dana Bencana: Uang, Emas, dan 3 Mobil Disita

Bagikan:

Penulis: Fadhlan RobbaniReporter: Fadhlan Robbani

Ringkasan Berita

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penggeledahan di delapan lokasi terkait dugaan korupsi dana siap pakai Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) antara 15 hingga 19 Oktober 2026, menyita uang, perhiasan, dokumen, barang bukti elektronik, dan tiga mobil. Lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka, termasuk pejabat BNPB dan pihak swasta, dalam kasus yang melibatkan dugaan penyalahgunaan dana untuk penanganan bencana, dengan total suap yang diduga mencapai Rp4,8 miliar. KPK melanjutkan penyidikan untuk mengusut aliran uang dan aset yang terkait dengan perkara ini.

KPK Geledah 8 Lokasi Kasus Korupsi Dana Bencana: Uang, Emas, dan 3 Mobil Disita
dugaan korupsi di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang terungkap melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT). ANTARA FOTO/Fauzan

Lima Orang Jadi Tersangka

KPK telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa menggunakan dana siap pakai BNPB. Perkara tersebut terbagi menjadi dua klaster. Pada klaster pertama, KPK menetapkan Bima Setiawan, tenaga ahli sekaligus adik mantan Kepala BNPB Suharyanto, sebagai tersangka dalam dugaan konflik kepentingan pada pengadaan yang menggunakan dana siap pakai.

Sementara itu, pada klaster kedua, KPK menduga terjadi pemberian suap dari pihak swasta yang menjadi vendor pengadaan. Empat orang ditetapkan sebagai tersangka, yakni:

  1. Richard Erlangga (RIC), tenaga ahli Kepala BNPB saat itu.

  2. Gabriel Purwaka Sigit (GPS), kepala sekaligus PPK pada Subdirektorat Pengelolaan Bantuan dan Dana Kedaruratan BNPB.

  3. Syifa Nrika Ghifarin (SNG), pihak swasta.

  4. Gery Prasetiawan (GER), pihak swasta.

Dalam perkara ini, KPK menduga terdapat penerimaan suap senilai Rp4,8 miliar, emas seberat 325 gram, serta uang dalam pecahan dolar Singapura dan dolar Amerika Serikat. Penyidik masih mendalami aliran uang dan aset yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. Barang bukti hasil penggeledahan delapan lokasi juga akan digunakan untuk memperkuat penyidikan. (FAD)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi