JAKARTA, AFU.ID — Sejumlah maskapai internasional masih membatalkan atau menangguhkan penerbangan ke Riyadh, Arab Saudi, menyusul serangan kelompok Houthi Yaman terhadap Bandara Internasional King Khalid beberapa hari lalu. PAntauan Afu.id, penerbangan langsung Garuda Indonesia dari Jakarta menuju Jeddah masih beroperasi per Senin (12/10/2026). Maskapai Emirates dan Etihad Airways termasuk yang menghentikan layanan ke Riyadh di tengah situasi keamanan yang belum stabil. Gangguan penerbangan juga dilaporkan terjadi pada sejumlah maskapai lain dari Eropa dan Asia.
Berdasarkan informasi yang tersedia, Bandara Internasional King Khalid di Riyadh sempat mengalami penutupan dan pembatalan penerbangan dalam jumlah besar. Pada Senin (12/10), tingkat pembatalan penerbangan di bandara tersebut dilaporkan mencapai sekitar 64 persen. Secara keseluruhan, lebih dari sepertiga penerbangan keberangkatan di Arab Saudi juga dilaporkan dibatalkan pada hari yang sama. Serangan yang terjadi sejak sekitar 8 Oktober itu dilaporkan menimbulkan korban jiwa dan kerusakan pada fasilitas penerbangan.
Serangan lanjutan pada 10 hingga 12 Oktober semakin memperburuk situasi operasional di ibu kota Arab Saudi tersebut. Dampak gangguan penerbangan turut dirasakan penumpang yang menggunakan penerbangan transit melalui sejumlah kota di Timur Tengah, termasuk Dubai, untuk melanjutkan perjalanan ke Riyadh maupun tujuan lain di Arab Saudi.
Emirates membatalkan sejumlah penerbangan pada rute Dubai–Riyadh dan sebaliknya selama periode 11–13 Oktober 2026. Penerbangan ke sejumlah kota lain di Arab Saudi, termasuk Jeddah, Dammam, dan Madinah, juga dilaporkan mengalami pembatalan atau gangguan. Sementara itu, Etihad Airways menangguhkan penerbangan ke Riyadh setidaknya hingga 12–13 Oktober. Sejumlah layanan menuju Jeddah dan Dammam turut terdampak.
Maskapai lain yang dilaporkan membatasi atau menangguhkan penerbangan ke Riyadh antara lain flydubai, Lufthansa Group, Air France-KLM, Air India, IndiGo, dan Akasa Air. Durasi penangguhan berbeda-beda, bergantung pada penilaian keamanan dan kebijakan masing-masing maskapai. Di tengah gejolak perang, penerbangan langsung dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Jeddah dan Madinah dilaporkan tetap berjalan pada 12 Oktober 2026. Tidak terdapat layanan penerbangan langsung reguler Jakarta–Riyadh dalam informasi operasional yang tersedia.
Garuda Indonesia tetap melayani rute langsung Jakarta–Jeddah untuk penumpang yang hendak menuju Arab Saudi, termasuk jemaah umrah. Namun, penumpang yang menggunakan penerbangan lanjutan melalui Dubai atau kota transit lain tetap berpotensi terdampak pembatalan dan perubahan jadwal. Adapun Riyadh Air sebelumnya telah membuka penjualan tiket untuk rute langsung Jakarta–Riyadh yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 16 November 2026 dengan frekuensi tiga kali seminggu menggunakan pesawat Boeing 787-9. Perkembangan situasi keamanan menjadi salah satu faktor yang perlu dipantau menjelang jadwal penerbangan perdana tersebut.
Berbeda dengan Riyadh, Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah dan bandara di Madinah dilaporkan masih beroperasi dengan gangguan yang lebih terbatas. Meski demikian, keterlambatan dan pembatalan pada sebagian penerbangan tetap mungkin terjadi. Penumpang dari Indonesia yang hendak menunaikan ibadah umrah disarankan memeriksa status penerbangan sebelum berangkat ke bandara.
Penumpang yang terdampak pembatalan juga perlu menghubungi maskapai untuk memperoleh informasi mengenai penjadwalan ulang, pengalihan rute, atau pengembalian dana. Situasi penerbangan di Arab Saudi masih berkembang. Penumpang diimbau memantau pengumuman resmi maskapai, pengelola bandara, serta otoritas penerbangan terkait untuk memperoleh informasi terbaru mengenai jadwal dan keamanan perjalanan. (EER)