Serangan kelompok Houthi ke Bandara Internasional Riyadh mengganggu operasional maskapai internasional, namun penerbangan Garuda Indonesia dan Lion Air menuju Jeddah tetap beroperasi, meski situasi keamanan memburuk. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menegaskan bahwa penerbangan kedua maskapai tersebut dan Saudia tidak mengalami penghentian layanan, sementara beberapa maskapai lain, seperti Qatar Airways dan Emirates, membatalkan atau mengubah rute penerbangan mereka. Penumpang diimbau untuk memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai terkait.
Ilustrasi - Sejumlah pesawat milik Garuda Indonesia terparkir di apron Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (4/4/2026). ANTARA/Harianto
JAKARTA, AFU.ID — Serangan kelompok Houthi ke Bandara Internasional Riyadh, Arab Saudi, mengganggu operasional sejumlah maskapai internasional. Namun, penerbangan langsung Garuda Indonesia dan Lion Air dari Indonesia menuju Jeddah masih beroperasi, meski situasi keamanan di Arab Saudi memburuk. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, memastikan penerbangan kedua maskapai menuju Jeddah masih berjalan.
Penerbangan Saudia pada rute yang tercatat dalam laporan pemantauan juga tidak mengalami penghentian layanan. "Penerbangan Garuda Indonesia dan Lion Air menuju Jeddah serta penerbangan Saudia pada rute yang tercatat dalam laporan tetap beroperasi," kata Lukman, Selasa (13/10/2026). Sementara itu, Qatar Airways membatalkan sejumlah penerbangan rute Doha-Riyadh dan Riyadh-Doha pada 9 dan 10 Oktober 2026. Penumpang terdampak dialihkan melalui sejumlah kota alternatif di Arab Saudi.
Emirates juga membatalkan sejumlah penerbangan menuju dan dari Riyadh, Jeddah, Madinah, serta Dammam pada periode tertentu. Sejumlah maskapai internasional lainnya turut mengubah rute atau menghentikan sementara penerbangan menuju Riyadh. Lukman mengatakan, pemerintah berkoordinasi dengan maskapai dan pemangku kepentingan untuk memantau dampak serangan terhadap penerbangan yang terhubung dengan Riyadh.
"Prioritas kami adalah memastikan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi perhatian utama, sekaligus mendorong agar penumpang yang terdampak memperoleh informasi dan penanganan yang jelas dari maskapai," ujarnya. Bandara Internasional Riyadh ditutup setelah serangan pada Sabtu (10/10/2026). Sehari kemudian, proyektil kembali menghantam terminal penumpang bandara tersebut. Kelompok Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan-serangan itu.
Meski penerbangan ke Jeddah masih beroperasi, belum ada penjelasan terperinci mengenai jalur aktual pesawat Garuda Indonesia dan Lion Air maupun kemungkinan penyesuaian rute akibat situasi keamanan tersebut. Lukman mengimbau penumpang yang memiliki penerbangan transit menuju atau dari Arab Saudi untuk memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai. Penumpang juga diminta menghubungi maskapai jika terjadi perubahan jadwal atau penerbangan lanjutan. (FAD)