JAKARTA, AFU.ID — Serangan kelompok Houthi di Yaman yang menyasar sejumlah fasilitas strategis di Arab Saudi mulai berdampak pada sektor penerbangan. Sejumlah maskapai internasional menghentikan sementara penerbangan menuju Riyadh setelah serangan yang menargetkan Bandara Internasional King Khalid di ibu kota Arab Saudi tersebut. Maskapai seperti Lufthansa dan Air India telah menangguhkan penerbangan ke Riyadh menyusul memburuknya situasi keamanan.
Data penerbangan juga menunjukkan terjadinya pembatalan sejumlah keberangkatan dari bandara-bandara di Arab Saudi setelah rangkaian serangan tersebut. Kelompok Houthi mengklaim telah melancarkan serangan rudal ke Bandara King Khalid di Riyadh pada Kamis (08/10/2026). Serangan itu terjadi setelah sebelumnya sejumlah ledakan dilaporkan terdengar di ibu kota Arab Saudi dan memicu peningkatan pengamanan di sejumlah fasilitas vital.
Menurut otoritas Arab Saudi, serangan dalam beberapa hari terakhir tidak hanya menyasar Riyadh tetapi juga fasilitas di Bandara Abha di wilayah barat daya kerajaan. Sedikitnya tiga orang dilaporkan tewas dan 36 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang terjadi pada pekan ini. Selain menimbulkan korban jiwa, serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas penerbangan. Otoritas Arab Saudi terus melakukan pengamanan dan pemantauan terhadap objek-objek vital yang berpotensi menjadi sasaran serangan lanjutan.
Di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh mengimbau seluruh warga negara Indonesia (WNI) untuk meningkatkan kewaspadaan. WNI diminta menghindari wilayah yang berpotensi menjadi titik kerawanan, membatasi perjalanan yang tidak mendesak, serta terus memantau informasi resmi dari otoritas Arab Saudi dan KBRI. KBRI Riyadh juga mengingatkan WNI untuk selalu memeriksa status penerbangan kepada maskapai sebelum berangkat menuju bandara.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul potensi gangguan operasional penerbangan akibat perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi. Meski penerbangan menuju Riyadh mulai terdampak, hingga kini belum ada laporan gangguan langsung terhadap jalur penerbangan yang umum digunakan jemaah umrah Indonesia melalui Jeddah dan Madinah. Namun calon penumpang tetap diminta memantau informasi terbaru dari maskapai dan penyelenggara perjalanan masing-masing. (RHU)