JAKARTA, AFU.ID — Empat warga Palestina, termasuk seorang anak, tewas dalam serangkaian serangan dan penembakan yang terjadi di berbagai wilayah Jalur Gaza, Minggu (18/10/2026). Selain korban jiwa, sejumlah warga lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Sumber medis di Kompleks Medis Al-Shifa, Gaza City, menyatakan salah seorang warga Palestina tewas setelah serangan drone Israel menghantam sekelompok warga sipil di sebuah jalan di wilayah tersebut. Serangan itu juga menyebabkan beberapa orang lainnya terluka.
Di wilayah utara Gaza, seorang pria Palestina meninggal dunia akibat luka yang dideritanya setelah sebelumnya ditembak pasukan Israel di kawasan Beit Lahia. Sementara itu, di Gaza selatan, Rumah Sakit Nasser di Khan Younis menerima jenazah seorang perempuan Palestina yang tewas akibat tembakan tentara Israel di luar area yang berada di bawah kendali Israel.
Korban lainnya merupakan seorang anak yang tewas akibat tembakan tentara Israel di kamp pengungsi Maghazi, Gaza tengah. Informasi tersebut disampaikan Rumah Sakit Al-Aqsa di Deir al-Balah, yang menerima jenazah korban. Otoritas kesehatan di Gaza menyatakan rumah sakit-rumah sakit di wilayah itu menerima tujuh jenazah dan 25 korban luka dalam kurun 24 jam terakhir. Data tersebut menunjukkan korban masih terus bertambah meskipun gencatan senjata telah diberlakukan sejak Oktober 2025.
Menurut otoritas setempat, jumlah korban tewas sejak gencatan senjata berlaku telah mencapai 1.517 orang, sementara 5.400 lainnya mengalami luka-luka. Adapun sejak konflik antara Israel dan Hamas pecah pada 7 Oktober 2023, jumlah korban tewas di Gaza dilaporkan mencapai 74.475 orang. Sementara jumlah korban luka tercatat sebanyak 175.517 orang. Insiden terbaru ini kembali menambah daftar korban sipil di tengah situasi keamanan yang masih rapuh di Gaza, meskipun berbagai upaya diplomatik untuk menjaga gencatan senjata terus dilakukan. (RHU)