AFU.id

Iran Punya Menhan Baru, Baru Dilantik Langsung Ancam AS

Bagikan:

Penulis: Fadhlan Robbani

Ringkasan Berita

Menteri Pertahanan baru Iran, Mehrdad Akhlaghi, yang dilantik setelah mendapat dukungan 237 suara dari parlemen, langsung mengancam Amerika Serikat dengan konsekuensi besar jika kembali menyerang Iran. Akhlaghi menggantikan Aziz Nasirzadeh yang tewas dalam serangan AS-Israel dan menegaskan pentingnya kesiapan pertahanan Iran di tengah ketegangan dengan AS dan Israel, serta memiliki pengalaman 42 tahun di Kementerian Pertahanan. Dia juga menyatakan bahwa masyarakat Iran dapat merasa tenang karena kemungkinan serangan AS dianggap tidak akan terjadi.

Iran Punya Menhan Baru, Baru Dilantik Langsung Ancam AS
Menteri Pertahanan baru Iran, Mehrdad Akhlaghi. (X.com/@IRANinMAZAR)

Pengalaman 42 Tahun di Kementerian Pertahanan

Penunjukan Akhlaghi berlangsung ketika Iran masih menghadapi konflik dengan AS dan Israel. Meski tidak memiliki pangkat militer, dia telah bekerja di Kementerian Pertahanan Iran selama 42 tahun.Sejak 2013, Akhlaghi memimpin Organisasi Industri Pertahanan Iran, lembaga yang memproduksi persenjataan negara tersebut. Sebelum pemungutan suara, Akhlaghi menyebut tanggung jawab sebagai menteri pertahanan akan diembannya pada situasi yang krusial.

"Jika saya menerima mosi percaya dari parlemen, tanggung jawab atas Kementerian Pertahanan akan jatuh ke tangan saya pada saat yang krusial," ujarnya, sebagaimana dikutip kantor berita ISNA. Dia menilai pertahanan Iran membutuhkan pemahaman terhadap perkembangan situasi dan kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan.

"Dalam situasi seperti ini, mempertahankan negara memerlukan pemahaman yang akurat mengenai lingkungan, pemahaman tentang logika di balik berbagai perkembangan, identifikasi tren yang berpengaruh, serta kesiapan untuk menghadapi berbagai kemungkinan masa depan," katanya.

Akhlaghi memiliki catatan sanksi internasional. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjatuhkan sanksi terhadapnya pada 2007 atas dugaan keterlibatan dalam kegiatan nuklir atau rudal balistik Iran. Kini, dia memimpin Kementerian Pertahanan Iran di tengah ketegangan dengan AS dan Israel. (FAD)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi