JAKARTA, AFU.ID — Penyanyi sekaligus pemeran perempuan, Sherina Munaf ikut turun langsung dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Dalam kunjungannya, Sherina menemui tim yang bekerja di lapangan, berkoordinasi dengan sejumlah instansi, serta memberikan bantuan logistik untuk mendukung petugas pemadam. Pengalaman tersebut dibagikan Sherina melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya diakses Afu.id, Rabu (2/9/2026). Ia menceritakan kondisi asap tebal yang dirasakannya sejak berada di dalam pesawat dalam perjalanan dari Jakarta menuju Kalimantan.
Penerbangan yang seharusnya melakukan boarding sekitar pukul 11.15 WIB mengalami keterlambatan. Menurut Sherina, kondisi tersebut terjadi karena jarak pandang terganggu akibat kepulan asap. Saat pesawat mulai turun untuk melakukan pendaratan, kondisi di bawah terlihat semakin keruh. Sherina mengatakan dirinya sempat mengira kondisi tersebut merupakan awan, sebelum menyadari bahwa lapisan tebal yang terlihat dari udara merupakan asap kebakaran. “Asap tebal sekali. Dikhawatirkan ketika landing susah visibilitasnya. Ketika mulai descending untuk landing, mulai keruh sampai akhirnya nggak kelihatan apa-apa. Dan itu bukan awan, itu adalah asap,” ujar Sherina dalam video tersebut.
Bahkan, bau asap disebut masuk hingga ke dalam kabin pesawat. Sherina kemudian mengenakan masker karena merasa tenggorokannya mulai terganggu. “Bau asap itu sampai masuk ke dalam pesawat. Aku langsung otomatis pakai masker karena lama-lama gatal,” katanya. Setelah tiba, Sherina langsung menuju Dinas Kehutanan untuk bertemu dengan tim yang bekerja menangani kebakaran. Ia menyampaikan dukungan kepada para petugas yang disebutnya telah bekerja keras memadamkan api.
Selain memberikan semangat, Sherina juga membawa bantuan logistik bersama Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF/BWSF) untuk mendukung kebutuhan tim di lapangan. Sherina kemudian mendatangi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk berkoordinasi dengan tim BKSDA dan petugas pemadam mengenai lokasi yang akan menjadi sasaran penanganan berikutnya.
Dalam perjalanan kembali, Sherina juga melihat bekas kebakaran di kawasan jalan lingkar luar. Menurut dia, sumber api di lokasi tersebut tampaknya telah dipadamkan, tetapi masih terlihat bekas lahan yang menghitam serta sejumlah titik api kecil. Ia khawatir api kembali membesar jika tertiup angin kencang. Sherina mengaku terkejut melihat dampak asap yang ditimbulkan bahkan dari titik api yang relatif kecil. Kondisi tersebut membuatnya membayangkan bagaimana warga yang tinggal di sekitar kawasan terdampak harus menghadapi asap setiap hari. “Aku melihat api yang sekecil itu aja, impact asapnya sudah parah banget. Aku nggak kebayang warga di sana terdampaknya seperti apa tiap hari,” tuturnya.
Kunjungan Sherina tidak berhenti pada peninjauan kondisi kebakaran. Ia juga dijadwalkan mengunjungi Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng untuk melihat secara langsung dampak kabut asap terhadap kegiatan konservasi. Sherina mengatakan kunjungan tersebut akan melihat bagaimana sekolah hutan tetap beroperasi di tengah kondisi asap serta bagaimana kandang-kandang orangutan terdampak. Ia juga ingin mengetahui langkah pencegahan yang dilakukan tim konservasi untuk melindungi sekitar 200 individu orangutan yang berada di pusat rehabilitasi tersebut.
Setelah itu, Sherina berencana kembali bersama Dinas Kehutanan untuk menemui tim pemadam sekaligus menyerahkan bantuan logistik dan memberikan dukungan kepada petugas. Pada sore harinya, rombongan dijadwalkan menuju Tambore, sekitar 2,5 jam perjalanan dari Palangka Raya. Sherina menyebut kawasan tersebut menghadapi persoalan kebakaran yang berulang, karena api yang telah dipadamkan dapat kembali muncul.
Di lokasi tersebut, ia berencana melihat langsung upaya tim pemadam dalam menangani kebakaran, termasuk pembuatan sumur untuk memenuhi kebutuhan air dalam proses pemadaman yang dapat berlangsung hingga dini hari. Keterlibatan Sherina dalam kunjungan tersebut memperlihatkan sisi lain dari penanganan kebakaran hutan dan lahan, tidak hanya dari sisi pemadaman api, tetapi juga dampaknya terhadap kesehatan warga, lingkungan, serta upaya konservasi satwa yang berada di kawasan terdampak asap. (EER)