AFU.id

Kebakaran Hutan Kalimantan Berdampak ke Malaysia, 108 Sekolah di Sarawak Ditutup

Bagikan:

Penulis: Fadhlan RobbaniReporter: Fadhlan Robbani

Ringkasan Berita

Kebakaran hutan di Kalimantan, Indonesia, berdampak pada Malaysia dengan menyebarnya kabut asap yang membuat 108 sekolah di Sarawak ditutup sementara akibat kualitas udara yang memburuk, dengan indeks polusi mencapai lebih dari 200. Pemerintah Malaysia mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas luar ruangan dan meminta warga yang mengalami gangguan pernapasan untuk segera memeriksakan diri. Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 1.487 titik panas di Kalimantan, dengan Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan jumlah titik terbanyak, sehingga pemerintah memperkuat kesiapsiagaan dan pemantauan untuk mencegah meluasnya kebakaran.

Kebakaran Hutan Kalimantan Berdampak ke Malaysia, 108 Sekolah di Sarawak Ditutup
Petugas pemadam kebakaran bersama tim gabungan berjibaku memadamkan sejumlah titik api yang mulai meluas di Penajam Pasir Utara, Rabu (19/8/2026). Foto istimewa

1.487 Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan

Dampak kabut asap yang mencapai Sarawak terjadi ketika aktivitas karhutla di Kalimantan masih tinggi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 1.487 titik panas di wilayah Kalimantan berdasarkan pemantauan Satelit NOAA-20 hingga Kamis (20/8/2026). Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 767 titik. Kalimantan Barat menyusul dengan 560 titik.

Sementara itu, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing tercatat memiliki 74 titik panas. Kalimantan Utara menjadi wilayah dengan jumlah paling sedikit, yakni tiga titik. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan sebaran titik panas tersebut masih menjadi perhatian pemerintah karena terjadi di tengah musim kemarau.

"Jumlah tersebut tersebar dengan konsentrasi tertinggi berada di Kalimantan Tengah sebanyak 767 titik, disusul Kalimantan Barat 560 titik. Sementara itu, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing terpantau 74 titik, sedangkan Kalimantan Utara sebanyak 3 titik," kata Berton dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026). BNPB bersama pemerintah daerah terus memantau perkembangan titik panas dan memetakan wilayah yang berpotensi mengalami karhutla.

Kesiapsiagaan lintas sektor juga diperkuat untuk mencegah kebakaran meluas. Pemerintah daerah diminta memastikan sarana dan prasarana pemadaman tersedia serta memperkuat sistem deteksi dini. Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran di wilayah yang rawan terbakar. Warga yang menemukan titik api diminta segera melaporkannya kepada otoritas setempat agar petugas dapat melakukan penanganan dengan cepat. (FAD)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi