JAKARTA, AFU.ID — Kebakaran melanda sebuah rumah di Jalan Tipar Cakung, Gang Pelajar RT 009 RW 009, Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, pada Jumat (2/10/2026) siang. Peristiwa tersebut berujung duka setelah dua balita yang berada di dalam rumah menjadi korban. Satu balita dilaporkan meninggal dunia, sementara satu balita lainnya mengalami luka bakar. Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur menerima laporan kebakaran sekitar pukul 14.01 WIB. Tak lama setelah laporan masuk, unit pemadam dari sektor Cakung bergerak menuju lokasi kejadian. Petugas tiba sekitar pukul 14.10 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman.
Proses penanganan kebakaran melibatkan tujuh unit mobil pemadam kebakaran dengan total 35 personel. Petugas berupaya mencegah api merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi. Kobaran api akhirnya berhasil dilokalisasi sekitar pukul 14.20 WIB atau sekitar 10 menit setelah proses pemadaman dimulai. Petugas kemudian menyelesaikan proses pendinginan hingga operasi dinyatakan berakhir pada pukul 15.05 WIB.
Dari hasil pendataan awal, terdapat dua balita yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Salah satu korban meninggal dunia, sedangkan korban lainnya mengalami luka bakar dan membutuhkan penanganan medis. “Korban luka bakar satu orang A (4) dan meninggal dunia satu orang A (4),” demikian keterangan petugas Gulkarmat Jakarta Timur.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun petugas, kebakaran diduga bermula dari peralatan elektronik yang berada di dalam rumah. Saat kebakaran terjadi, rumah disebut berada dalam kondisi terkunci. Warga sekitar yang melihat kepulan api kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan. “Rumah dalam kondisi terkunci, tiba-tiba api keluar dari peralatan elektronik dari rumah korban, tetangga lalu menghubungi damkar untuk meminta bantuan,” kata petugas.
Petugas masih mendalami penyebab pasti kebakaran. Aparat terkait juga melakukan pendataan terhadap korban serta kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut. Sementara itu, perhatian utama saat ini difokuskan pada penanganan korban yang selamat dan pendampingan keluarga korban yang meninggal dunia. (RHU)