JAKARTA — Sejumlah tokoh mulai berdatangan ke kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (2/10/2026), menjelang agenda pelantikan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) oleh Presiden Prabowo Subianto. Berdasarkan nama-nama yang terlihat hadir di Istana, terdapat sejumlah tokoh senior dari latar belakang politik, pemerintahan, militer, kepolisian, dunia usaha hingga akademisi. Jumlah anggota Wantimpres yang akan dilantik disebut mencapai 27 orang.
Sejumlah nama yang telah terlihat di antaranya mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, mantan Menteri Sekretaris Negara Pratikno, serta tokoh Nahdlatul Ulama Aqiel Siraj. Nama lainnya adalah mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, pengusaha sekaligus mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung, pengusaha dan tokoh senior dunia usaha Jusuf Wanandi, serta pengusaha Dato Sri Tahir.
Dari kalangan politik, nama yang terlihat hadir antara lain mantan Panglima Kostrad Dudung Abdurachman, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Akademisi dan pengamat politik Rocky Gerung juga disebut hadir di Istana. Rocky menyampaikan bahwa dirinya datang untuk menghadiri acara yang disebutnya sebagai "radikal break". "Gue datang untuk acara radikal break," seloroh Rocky kepada wartawan.
Kehadiran sejumlah tokoh tersebut menguatkan indikasi bahwa Wantimpres periode baru akan diisi figur dengan latar belakang yang cukup beragam. Wantimpres merupakan lembaga yang secara konstitusional dibentuk Presiden untuk memberikan nasihat dan pertimbangan kepada kepala negara. Berdasarkan UU Nomor 19 Tahun 2006, Wantimpres berkedudukan di bawah Presiden dan bertanggung jawab kepada Presiden. Nasihat dan pertimbangan dapat diberikan baik atas permintaan maupun tanpa diminta oleh Presiden.
Komposisi 27 anggota, apabila benar dilantik, juga menunjukkan ukuran Wantimpres yang jauh lebih besar dibandingkan periode-periode sebelumnya. Karena itu, pelantikan kali ini berpotensi menjadi salah satu perubahan penting dalam struktur lembaga penasihat Presiden di era Prabowo. Nama Jusuf Wanandi, misalnya, memiliki sejarah panjang dalam dunia kebijakan luar negeri, politik dan hubungan internasional. Ia merupakan salah satu tokoh senior Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu figur berpengaruh dalam lingkungan kajian strategis Indonesia.
Sementara Chairul Tanjung memiliki rekam jejak panjang di pemerintahan maupun dunia usaha. Ia pernah dipercaya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Ketua Komite Ekonomi Nasional sebelum kemudian menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada 2014. Hatta Rajasa juga bukan nama baru dalam pemerintahan. Ia pernah menduduki sejumlah posisi menteri dan menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada pemerintahan SBY. Soekarwo memiliki pengalaman sebagai Gubernur Jawa Timur selama dua periode.
Dari lingkungan hukum, muncul nama Anwar Usman. Sementara Pratikno sebelumnya merupakan Menteri Sekretaris Negara pada pemerintahan Presiden Joko Widodo. Masuknya sejumlah tokoh yang pernah berada di lingkaran pemerintahan sebelum Prabowo menunjukkan bahwa Wantimpres tidak hanya berisi figur dari lingkungan politik pendukung pemerintah saat ini.
Di sisi lain, hadirnya Budi Gunawan, Dudung Abdurachman serta sejumlah tokoh berlatar belakang keamanan memperlihatkan adanya representasi dari kalangan pertahanan dan keamanan. Agenda pelantikan Wantimpres ini berlangsung sehari setelah Prabowo melakukan reshuffle besar Kabinet Merah Putih. Pada Kamis (1/10/2026), Prabowo melantik sejumlah menteri, wakil menteri, Kapolri, Wakapolri, serta pejabat lembaga negara lainnya. Pemerintah menyebut rangkaian tersebut sebagai bagian dari perubahan struktur pemerintahan di tengah masa jabatan 2024-2029.
Pergantian di tubuh kepolisian juga menjadi bagian penting dari rangkaian perubahan tersebut. Suyudi Ario Seto dilantik sebagai Kapolri menggantikan Listyo Sigit Prabowo. Pada hari yang sama, Listyo Sigit kemudian dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Dudung Abdurachman. Karena itu, perhatian juga tertuju pada kehadiran Listyo Sigit dan Kapolri baru Suyudi Ario Seto di lingkungan Istana menjelang agenda pemerintahan hari ini.
Selain itu, sejumlah pejabat dan tokoh yang hadir di Istana disebut berada dalam rangkaian agenda pemerintahan yang berlangsung setelah reshuffle. Namun, hingga pelantikan resmi dilakukan, daftar lengkap 27 nama anggota Wantimpres masih perlu menunggu pengumuman atau keputusan resmi Presiden. Nama-nama yang terlihat hadir di Istana belum otomatis berarti seluruhnya telah dipastikan sebagai anggota Wantimpres. Jika seluruh nama tersebut benar masuk dalam susunan Wantimpres, Prabowo akan memiliki forum penasihat dengan spektrum latar belakang yang luas: mulai dari mantan pejabat pemerintahan, politisi, tokoh agama, pengusaha, mantan pejabat keamanan, hingga akademisi dan pengamat. (EER)