AFU.id

Banjir Bandang Nepal Terjang Distrik Gorkha, 5 Orang Hilang dan 4 Jembatan Hancur

Bagikan:

Penulis: Fadhlan RobbaniReporter: Fadhlan Robbani

Ringkasan Berita

Banjir bandang yang melanda Distrik Gorkha, Nepal, pada 11 Oktober 2026, mengakibatkan lima orang hilang, serta merusak sekitar tiga lusin rumah dan empat jembatan di sepanjang Sungai Budhi Gandaki. Banjir dipicu oleh longsor yang membendung sungai, yang kemudian jebol dan menyebabkan evakuasi darurat oleh militer Nepal, yang berhasil menyelamatkan 49 orang. Pemerintah telah mengeluarkan peringatan bagi warga di sekitar sungai untuk berpindah ke tempat yang lebih tinggi, sementara dampak bencana ini menambah beban pemulihan dari banjir besar sebelumnya yang menewaskan lebih dari 1.400 orang di wilayah perbatasan Nepal-China.

Banjir Bandang Nepal Terjang Distrik Gorkha, 5 Orang Hilang dan 4 Jembatan Hancur
Ilustrasi banjir bandang di Nepal. /ANTARA/Anadolu

Militer Kerahkan Helikopter untuk Evakuasi

Perdana Menteri Nepal Balendra Shah memerintahkan operasi pencarian dan penyelamatan, penyaluran bantuan, serta evakuasi warga dari wilayah terdampak. Melalui akun X resminya, Shah menyatakan Angkatan Darat Nepal telah dikerahkan melalui jalur darat dan udara. Enam orang juga diterbangkan dari wilayah Jagat yang berisiko longsor.

Tim tanggap cepat yang ditempatkan di Kathmandu turut dikerahkan melalui jalur udara untuk membantu penanganan bencana. Sementara itu, Otoritas Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen Bencana Nasional Nepal menyatakan ketinggian Sungai Budhi Gandaki di stasiun Arughat, Gorkha, telah melewati ambang bahaya.

Peringatan kewaspadaan dikeluarkan bagi warga di dataran rendah sepanjang bantaran sungai, terutama di wilayah Gorkha, Dhading, Tanahun, Chitwan, Nawalparasi Timur, dan Nawalparasi Barat. Sungai Budhi Gandaki kemudian bergabung dengan Sungai Trishuli, salah satu jalur sungai penting di kawasan dekat Kathmandu. Banjir bandang terbaru terjadi ketika Nepal masih berupaya memulihkan dampak bencana banjir besar di wilayah perbatasan Nepal-China pada akhir Agustus.

Bencana sebelumnya menewaskan lebih dari 1.400 orang dan menyebabkan ribuan lainnya dilaporkan hilang. Pemerintah Nepal memperkirakan biaya pembangunan kembali akibat bencana tersebut mencapai 4,77 miliar dollar AS atau sekitar Rp 85 triliun. Hampir 33.000 orang terdampak, sementara sekitar 7.500 rumah mengalami kerusakan atau hancur. Pemerintah Nepal masih memprioritaskan pemulihan infrastruktur, termasuk jalan dan jembatan yang terputus akibat banjir sebelumnya. Kerusakan tersebut terutama menyulitkan akses bantuan ke wilayah terpencil. (FAD)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi