JAKARTA, AFU.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat pada perdagangan Selasa (20/10/2026) setelah beberapa hari terakhir mengalami tekanan tajam. Hingga pukul 10.03 WIB, IHSG menguat sekitar 3,07 persen ke level 5.154 setelah sebelumnya sempat dibuka melemah di posisi 4.980,16. Penguatan ini terjadi setelah indeks pada perdagangan sebelumnya ditutup anjlok 3,64 persen ke level 4.996,61.
Rebound terjadi di tengah sentimen positif pasar terhadap langkah Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menyepakati pengeluaran saham kategori High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG. Kebijakan tersebut dinilai menjadi salah satu respons terhadap perhatian MSCI terhadap struktur pasar modal Indonesia.
Selain faktor tersebut, aksi beli kembali pada saham-saham berkapitalisasi besar turut menopang penguatan indeks. Saham-saham perbankan seperti BBCA, BBRI, dan BMRI tercatat menjadi salah satu motor penggerak kenaikan IHSG pada sesi perdagangan pagi.
Penguatan tidak hanya terjadi pada sejumlah saham unggulan. Seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia bergerak di zona hijau dengan sektor transportasi dan logistik memimpin kenaikan, disusul sektor teknologi, properti, dan barang konsumsi primer. Beberapa emiten bahkan menyentuh batas atas kenaikan harian atau Auto Rejection Atas (ARA).
Meski demikian, tekanan dari arus modal asing masih menjadi perhatian pasar. Pada perdagangan Senin (19/10/2026), investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp2,28 triliun di pasar reguler. Secara keseluruhan di seluruh pasar, investor asing membukukan net sell Rp1,72 triliun.
Data perdagangan juga menunjukkan investor asing masih konsisten keluar dari pasar saham Indonesia sepanjang tahun ini. Sejak awal 2026 hingga saat ini, nilai jual bersih (year-to-date net sell) investor asing telah mencapai Rp116,44 triliun. Angka tersebut mencerminkan masih kuatnya tekanan eksternal terhadap pasar modal domestik di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, menilai penguatan yang terjadi saat ini merupakan bagian dari technical rebound setelah IHSG berada dalam kondisi oversold atau jenuh jual. Menurut dia, peluang penguatan lanjutan masih terbuka apabila indeks mampu bertahan di atas level psikologis 4.999.
Berdasarkan analisis teknikal, area resistance terdekat berada pada kisaran 5.100 hingga 5.185. Jika level tersebut berhasil ditembus, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju area 5.332. Sebaliknya, jika tekanan jual kembali meningkat, indeks masih berisiko bergerak menuju area support yang lebih rendah.
Selain arus dana asing, pelaku pasar juga mencermati pergerakan nilai tukar rupiah yang berada di kisaran Rp18.010 hingga Rp18.050 per dolar AS. Perkembangan sentimen global, termasuk penguatan dolar AS dan dinamika geopolitik internasional, masih menjadi faktor yang dapat memengaruhi pergerakan pasar dalam jangka pendek. (RHU)