AFU.id

4 ABK KM Maulana 23 Disiksa, Keluarga Malah Dibohongi: Disebut Sakit Beri-beri

Bagikan:

Penulis: Fadhlan RobbaniReporter: Fadhlan Robbani

Ringkasan Berita

Empat anak buah kapal (ABK) KM Maulana 23 diduga disiksa selama bekerja, sementara keluarga salah satu korban mendapat informasi palsu bahwa anaknya sakit beri-beri dan dirawat di rumah sakit. Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Alrasyidin Fajri, mengungkapkan bahwa keempat ABK tersebut sebenarnya ditinggalkan di daratan Kepulauan Aru dan baru dievakuasi setelah video penyiksaan mereka beredar. Polisi kini menyelidiki kasus ini lebih lanjut, termasuk mencari tahu siapa yang terlibat dalam tindakan kekerasan yang diduga berkaitan dengan target tangkapan cumi-cumi yang harus dipenuhi para ABK.

4 ABK KM Maulana 23 Disiksa, Keluarga Malah Dibohongi: Disebut Sakit Beri-beri
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Alrasyidin Fajri. ANTARA/Mario Sofia Nasution

Disiksa karena Target Cumi

Kasus dugaan kekerasan itu terungkap setelah video penyiksaan terhadap para ABK beredar. Dalam video tersebut, seorang ABK terlihat dimasukkan ke dalam tong dan dijemur di bawah terik matahari. Polisi menduga kekerasan tersebut berkaitan dengan target tangkapan cumi-cumi yang harus dipenuhi para ABK setiap hari. “Dugaan sementara ya, masih dugaan sementara 3 kilogram harus tercapai. Kalau tidak tercapai maka akan dilakukan tindakan-tindakan tertentu,” kata Alrasyidin.

Namun, polisi masih mendalami bukti untuk memastikan motif dan pola kekerasan yang terjadi di atas kapal. Alrasyidin juga menegaskan apa pun alasan yang digunakan untuk melakukan kekerasan terhadap para korban tidak dapat dibenarkan. “Apa pun alasannya tidak patut memperlakukan manusia seperti itu. Dan itu tentunya tindakan yang sangat-sangat tidak dibenarkan di mata hukum,” tegasnya.

Keempat korban sebelumnya direkrut menjadi ABK KM Maulana 23 pada akhir Juli 2026. Kapal tersebut berangkat dari Dermaga Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, dengan tujuan perairan Merauke. Dugaan penyiksaan terjadi ketika kapal berada di sekitar wilayah Kepulauan Aru. Polisi kini masih menyelidiki siapa saja yang terlibat dalam kekerasan tersebut. KM Maulana 23 diketahui membawa total 14 awak.

“Ada 14 orang (total ABK), tapi tentunya (pelaku) bisa jadi semuanya, bisa jadi beberapa. Bisa jadi hanya satu, bisa jadi hanya dua,” ujar Alrasyidin. Menurutnya, jumlah pelaku belum dapat dipastikan karena penyidik masih mengumpulkan keterangan dan bukti. Keempat ABK saat ini telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis. Polisi masih mendalami rangkaian kekerasan yang terjadi serta peran masing-masing awak kapal. (FAD)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi