JAKARTA, AFU.ID — Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026), bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Sejumlah menteri, wakil menteri, kepala badan, hingga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) mulai berdatangan sejak pukul 14.00 WIB.
Para pejabat yang hadir kompak mengenakan kemeja putih dan celana hitam. Sidang kabinet tersebut dijadwalkan membahas evaluasi kerja pemerintahan serta berbagai isu strategis nasional. Ketua Wantimpres Pratikno membenarkan bahwa seluruh anggota Wantimpres diundang untuk menghadiri sidang kabinet kali ini. "Jadi Wantimpres, ketua, wakil ketua sekretaris seluruh anggota Wantimpres diundang di sidang kabinet," ujar Pratikno.
Meski demikian, Pratikno mengaku belum mengetahui secara terperinci agenda yang akan dibahas dalam sidang tersebut. "Kita enggak tahu ya, setelah sidang kabinet," katanya. Sejumlah pejabat yang telah hadir di antaranya Wakil Ketua Wantimpres Hatta Rajasa, anggota Wantimpres Rocky Gerung, Ignasius Jonan, Budi Gunawan, dan Anwar Usman.
Dari jajaran kabinet, tampak Menteri Perindustrian Sarmuji, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir, serta Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno. Hadir pula Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, serta Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra.
Sejumlah pejabat lainnya yang terlihat datang antara lain Wakapolri Komjen Wahyu Hadiningrat, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Tandyo Budi Revita, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Agustina Arumsari, dan Direktur Utama PLN Suroso Isnandar. Menteri Perindustrian Sarmuji mengatakan dirinya akan menunggu arahan Presiden Prabowo dalam sidang kabinet.
Ia juga menyiapkan bahan terkait sektor perindustrian apabila mendapat kesempatan untuk melaporkan perkembangan kepada presiden. "Nanti tergantung kesempatan seperti apa, kalau ada kesempatan melaporkan kita laporkan. Tapi kita belum tahu nanti arahan presiden seperti apa terhadap sektor perindustrian," kata Sarmuji.
Sementara itu, anggota Wantimpres Rocky Gerung menyebut sidang kabinet kali ini penting untuk mengevaluasi kinerja pemerintah setelah dua tahun berjalan. "Ini juga perdana urgensinya karena dua tahun jadi harus dievaluasi. Dan saya kasih nilai ...," ujar Rocky sambil mengacungkan jempol. Hingga berita ini ditulis, para pejabat masih berdatangan ke Istana Kepresidenan untuk menghadiri Sidang Kabinet Paripurna. (FAD)