JAKARTA, AFU.ID — Kapal motor penumpang (KMP) Batumandi terbakar di perairan Selat Sunda dekat kawasan Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten. Petugas gabungan dari kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung melakukan evakuasi terhadap penumpang untuk menghindari korban jiwa.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Kebakaran berlangsung saat kapal jenis roll-on/roll-off (Ro-Ro) itu masih berada di perairan belakang Pulau Kecil Merak, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan asap hitam pekat mengepul dari badan kapal. Kobaran api memicu kepanikan sehingga proses evakuasi penumpang segera dilakukan menggunakan kapal-kapal kecil yang dikerahkan ke lokasi kejadian.
Dalam rekaman lain, sejumlah penumpang terlihat dipindahkan dari KMP Batumandi menuju kapal penyelamat. Evakuasi dilakukan di tengah perairan untuk membawa para penumpang ke lokasi yang lebih aman.
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Hutapea, membenarkan insiden kebakaran tersebut. Menurut dia, hingga Selasa sore petugas masih berfokus pada proses penyelamatan penumpang dan pengamanan lokasi kejadian. “Di Perairan Laut Selat Sunda tepatnya di belakang Pulau Kecil Merak Kelurahan Mekarsari Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon telah terjadi kebakaran kapal penumpang KMP Batumandi,” kata Maruli, Selasa (20/10/2026).
Proses penanganan melibatkan tim dari BPBD dan Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten. Tim gabungan dikerahkan untuk membantu evakuasi sekaligus memastikan kondisi kapal dan perairan di sekitar lokasi tetap aman. “Saat ini masih dilakukan evakuasi oleh Tim BPBD dan Ditpolairud Polda Banten. Untuk jumlah korban dan penyebab kebakaran akan dilaporkan kembali,” ujar Maruli.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai jumlah penumpang yang berada di dalam kapal saat kebakaran terjadi. Aparat juga belum merilis data korban maupun kondisi penumpang yang berhasil dievakuasi. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Petugas akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut setelah proses evakuasi dan pengamanan lokasi selesai dilakukan.
Insiden ini terjadi di salah satu jalur penyeberangan tersibuk di Indonesia yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera. Karena itu, otoritas pelabuhan dan aparat terkait juga diperkirakan akan melakukan evaluasi terhadap aspek keselamatan pelayaran setelah penanganan darurat selesai. (RHU)