JAKARTA, AFU.ID — Tiga orang tewas ditabrak mobil operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, Kamis (8/10/2026). Ketiga korban ini adalah satu keluarga yang mengendarai sepeda motor. Korban terdiri dari Subeliyadi, Megawati, dan anak mereka, Mahendra (7). Sementara itu, anak bungsu mereka, Mahardika (4), selamat dalam insiden maut ini.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.55 WIB di Jalan Lintas Komering, Desa Rasuan, Kecamatan Madang Suku I. Kanit Gakkum Satlantas Polres OKU Timur, Ipda Sudiono, menjelaskan mobil Grand Max pikap boks SPPG bernomor polisi BG 8546 YH yang dikemudikan Muhammad Unus Jauhari (26) melaju dari arah Kota Negara menuju Rasuan. Setelah melewati tikungan, mobil oleng ke kiri dan masuk ke bagian jalan yang bergelombang.
Jauhari berusaha mengarahkan mobil ke kanan, tetapi mobil SPPG itu diduga kehilangan kendali hingga masuk ke jalur berlawanan. Pada saat bersamaan, sepeda motor Yamaha Vixion bernomor polisi BG 5688 AAC yang dikendarai Subeliyadi melaju dari arah Rasuan menuju Kota Negara dengan membawa istri dan kedua anaknya. Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, Subeliyadi tidak sempat menghindar. Seketika, mobil SPPG menghantam bagian depan sepeda motor dengan sangat keras.
Benturan menyebabkan seluruh penumpang motor terjatuh dan mengalami luka, terutama pada bagian kepala. Subeliyadi dan Mahendra meninggal tewas di lokasi kejadian, sedangkan Megawati sempat dibawa ke RSUD Belitang Tulus Ayu untuk mendapat penanganan medis namun akhirnya meninggal dunia. Sementara pengemudi mobil SPPG dan penumpangnya, Muhammad Ihwan (48), dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka.
Polisi telah mengamankan pengemudi mobil dan kedua kendaraan yang terlibat untuk kepentingan penyelidikan. Sudiono mengatakan, penyidik masih memeriksa pengemudi, meminta keterangan saksi, dan mengumpulkan barang bukti guna mendalami penyebab kecelakaan. "Untuk pengemudi mobil Grandmax sudah kami amankan di Polres OKU Timur. Kedua kendaraan juga sudah diamankan sebagai barang bukti dan perkara masih dalam proses penanganan Unit Gakkum," terang Ipda Sudiono. (RAI)