JAKARTA, AFU.ID - Sebanyak 48 rumah toko (ruko) di kawasan Pasar Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, terbakar pada Kamis (20/8) malam. Kebakaran terjadi setelah waktu Magrib dan api dengan cepat meluas ke deretan pertokoan. Kepala Desa Sungai Duri Heriyanto mengatakan kebakaran mulai terjadi sekitar pukul 18.15 WIB. Hingga sekitar pukul 22.00 WIB, petugas pemadam kebakaran masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi bara atau titik api. “Informasi sementara jumlah ruko yang terbakar 48 ruko. Sampai saat ini masih dilakukan pendinginan,” ujar Heriyanto saat dikonfirmasi, Kamis malam.
Heriyanto mengatakan sumber maupun penyebab kebakaran belum diketahui. Berdasarkan informasi awal dari masyarakat, api pertama kali terlihat dari salah satu ruko yang berada di bagian tengah deretan bangunan. “Sumber api belum diketahui. Informasi dari masyarakat, api berasal dari bagian tengah deretan ruko yang terbakar, tetapi belum diketahui asal maupun penyebabnya,” katanya.
Besarnya kobaran api membuat proses pemadaman membutuhkan dukungan dari banyak unit pemadam kebakaran. Sekitar 60 mobil pemadam dikerahkan ke lokasi untuk mencegah api menjalar ke bangunan lain. Bantuan pemadaman datang dari sejumlah wilayah di sepanjang jalur Pantai Utara Kalimantan Barat hingga wilayah Pontianak. Tim tersebut antara lain berasal dari Sambas, Pemangkat, Selakau, Singkawang, Sungai Jawi, Wasu, Pinyoh, Peniti, Segedong, Purun, dan Mempawah. “Tim pemadam kurang lebih ada 60 unit. Mulai dari Sambas, Pemangkat, Selakau, Singkawang, Sungai Jawi, Wasu, kemudian dari arah Pontianak juga hadir, sampai Pinyoh, Peniti, Segedong, Purun dan Mempawah,” ujarnya.
Menurut Heriyanto, banyaknya unit pemadam dikerahkan karena lokasi kebakaran merupakan kawasan pertokoan dengan bangunan yang berdiri saling berdekatan. Kondisi tersebut membuat api berpotensi dengan cepat menjalar dari satu bangunan ke bangunan lainnya. Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan penanganan dengan melakukan pendinginan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang masih dapat memicu kebakaran kembali. “Sekitar pukul 22.00 WIB sudah mulai pendinginan. Alhamdulillah,” kata Heriyanto. (EER)