BEKASI, AFU.ID - Produsen kecap asal Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, PT Oishii Food Indonesia sukses menembus pasar Eropa dengan melakukan ekspor perdana produk sebanyak 20 ton ke Negeri Belanda, menandai momentum penting penguatan daya saing UMKM lokal. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Erwan Setiawan menyampaikan apresiasi atas keberhasilan perusahaan menembus pasar Eropa yang sekaligus menjadi bukti bahwa UMKM Jawa Barat memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing di pasar internasional.
Ia menilai keberhasilan UMKM melakukan ekspansi usaha merupakan pencapaian yang luar biasa, terlebih ekspor yang dilakukan ini merupakan kali perdana ke Eropa. Capaian tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi UMKM lain di Jawa Barat, khususnya Kabupaten Bekasi. "Ini sangat cepat sekali. Tahun 2025 mengikuti pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI), sekarang sudah bisa ekspor ke Belanda. Sebelumnya juga sudah ekspor enam kontainer ke Arab Saudi," katanya, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan pentingnya keikutsertaan UMKM dalam berbagai kegiatan promosi dan pameran produk. Dari kegiatan tersebut, mereka dapat bertemu langsung dengan calon pembeli dari berbagai negara. "Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus mendukung, saling mendukung dan saling membantu membesarkan UMKM-UMKM yang ada di Jawa Barat," ujar Erwan.
Pemprov Jawa Barat berkomitmen untuk terus membantu pelaku UMKM yang ingin memperluas pasar ekspor ke berbagai negara. Pihaknya bahkan telah menjalin komunikasi dengan sejumlah perwakilan negara yang membuka peluang pemasaran produk UMKM Jawa Barat di kawasan Eropa Timur hingga Australia. Erwan menyebut produk kecap yang diekspor ke Belanda ini telah memiliki pasar yang jelas karena pengiriman tersebut berdasarkan pesanan. Kondisi ini menunjukkan adanya permintaan terhadap produk Indonesia di pasar internasional, termasuk masyarakat keturunan Indonesia yang tinggal di luar negeri.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin menyampaikan apresiasi kepada perusahaan yang berhasil naik kelas dari UMKM hingga mampu melakukan ekspor ke mancanegara. "Selamat telah naik kelas dari UMKM. Tentu ini ekspor pertama dan mudah-mudahan diikuti oleh UMKM-UMKM lain yang ada di Kabupaten Bekasi," katanya.
Endin mengaku keberhasilan ini bisa menjadi motivasi bagi pelaku UMKM lain untuk terus meningkatkan kualitas produk, memperkuat daya saing serta membuka akses pasar yang lebih luas. Pemerintah daerah terbuka dan siap memfasilitasi pengembangan pelaku UMKM sebagai salah satu upaya mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. Keberhasilan perusahaan kecap itu tidak hanya menjadi kebanggaan Kabupaten Bekasi, tetapi juga menunjukkan bahwa produk daerah mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional. "Ini menjadi salah satu produk yang hari ini menjadi kebanggaan Kabupaten Bekasi, masuk lingkup nasional sehingga bisa mengharumkan nama Indonesia dan Kabupaten Bekasi," ujarnya.
Dirinya berharap semakin banyak pelaku UMKM di Kabupaten Bekasi yang mampu mengikuti jejak menembus pasar ekspor, baik tujuan Eropa maupun berbagai negara lain. "Semoga UMKM-UMKM lain yang ada di Kabupaten Bekasi bisa naik kelas dan bisa ekspor barang-barangnya, baik itu ke Eropa maupun ke mancanegara yang lainnya," kata dia. (ANT/FAH).