AFU.id

Viral Kantor KPPG Bogor Jadi Arena Penganiayaan, Korwil SPPG Cambuk Bawahannya

Bagikan:

Penulis: Fadhlan RobbaniReporter: Fadhlan Robbani

Ringkasan Berita

Sebuah video yang menunjukkan penganiayaan di Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor, Jawa Barat, menjadi viral, di mana Koordinator Wilayah Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Purwakarta, Gilang Dewata, diduga mencambuk Kepala SPPG Purwakarta, Rizko Arjuna Nugraha. Kejadian tersebut berlangsung pada 14 Oktober 2026, dan dilaporkan dihadiri oleh Kepala KPPG Bogor, Haidir, yang kemudian melerai dan menegur kedua pihak, menegaskan bahwa kekerasan tidak diperbolehkan di lingkungan kerja. Meskipun kedua pihak telah berdamai, penyebab perselisihan tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak KPPG dan kepolisian.

Viral Kantor KPPG Bogor Jadi Arena Penganiayaan, Korwil SPPG Cambuk Bawahannya
Tangkapan Layar. Viral pria diduga dicambuk di KPPG Bogor. (Istimewa)

Berakhir Damai, Motif Belum Jelas

Haidir mengaku sempat melerai kedua pria tersebut dan memanggil mereka ke dalam ruangan. Ia kemudian memberikan teguran keras dan menegaskan bahwa kekerasan tidak dibenarkan di lingkungan kerja. "Kemudian, kami melerai mereka dan kami langsung memanggil ke dalam ruangan dan memberi teguran keras kepada keduanya dan menyampaikan bahwa segala bentuk kekerasan tidak dibenarkan di mana pun, termasuk di kantor KPPG," kata Haidir.

Namun, Haidir mengaku belum mengetahui penyebab pasti perselisihan tersebut. Ia mengatakan pihak KPPG akan meminta klarifikasi kepada kedua anggota Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) itu untuk memastikan apakah persoalan tersebut berkaitan dengan masalah pribadi atau pekerjaan. "Nah, saya perlu dalamin lagi, ya apakah ini masalahnya masalah terkait pribadi saja atau memang hubungan pekerjaan," ujarnya.

Haidir menyebut kedua pihak telah berdamai dan kembali ke Purwakarta setelah kejadian. Meski demikian, pihaknya masih akan mendalami penyebab perselisihan tersebut. Sebelumnya, Kapolsek Bogor Utara Kompol Enjo Sutarjo mengatakan polisi melakukan pengecekan untuk memastikan kebenaran video yang viral. Saat pemeriksaan awal pada Kamis (15/10/2026), polisi menyatakan belum menerima laporan terkait peristiwa tersebut. (FAD)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi