Profil dan Harta Kekayaan Hamenang Wajar Ismoyo
Hamenang Wajar Ismoyo merupakan politikus PDI Perjuangan yang menjabat Bupati Klaten periode 2025–2030. Sebelum memimpin Kabupaten Klaten, ia berkarier di lembaga legislatif dan pernah menduduki posisi Ketua DPRD Kabupaten Klaten. Hamenang lahir di Klaten, Jawa Tengah, pada 26 November 1988. Ia menempuh pendidikan menengah di SMA Negeri 2 Klaten pada 2003–2006, kemudian melanjutkan studi di Universitas Atma Jaya Yogyakarta pada 2006–2011. Ia meraih gelar Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom).
Sebelum berkarier sebagai pejabat publik, Hamenang aktif dalam sejumlah organisasi. Ia pernah menjabat Sekretaris Koperasi Petani Tembakau Indonesia (KOPTI) pada 2009–2011 dan Ketua Asosiasi Duta Wisata Indonesia (AWINDO) Klaten pada 2010–2014. Ia juga pernah menjadi Sekretaris Ikatan Mas dan Mbak Jawa Tengah pada 2012–2014. Aktivitas organisasinya berlanjut ketika ia menjabat Ketua Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten Klaten periode 2020–2025 serta Dewan Pertimbangan Mas dan Mbak Jawa Tengah pada 2020–2023.
Karier politik Hamenang di pemerintahan daerah dimulai ketika ia terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Klaten untuk periode 2014–2019. Lima tahun kemudian, ia dipercaya menjadi Ketua DPRD Kabupaten Klaten untuk periode 2019–2024. Pada Pilkada Klaten 2024, Hamenang maju sebagai calon bupati berpasangan dengan Benny Indra Ardhianto dari Partai Gerindra.
Pasangan tersebut memperoleh 395.092 suara atau 52,63 persen dari total suara sah. Hasil itu mengantarkan Hamenang menjadi Bupati Klaten periode 2025–2030. Hamenang resmi menjabat pada 20 Februari 2025 setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta. Ia menggantikan Sri Mulyani sebagai kepala daerah. Selain perjalanan politiknya, harta kekayaan Hamenang juga tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Berdasarkan laporan yang disampaikan pada 26 Maret 2026 untuk periode tahun 2025, Hamenang melaporkan total harta kekayaan sebesar Rp5.983.361.557 atau sekitar Rp5,98 miliar. Aset tanah dan bangunan menjadi komponen terbesar dengan nilai Rp2,595 miliar. Aset tersebut terdiri atas lima bidang tanah dan properti yang berlokasi di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Klaten.
Hamenang juga melaporkan kepemilikan alat transportasi dan mesin senilai Rp565 juta. Aset tersebut mencakup tiga mobil, yakni Mazda RX 8 tahun 2006, Honda Civic tahun 2013, dan Toyota minibus tahun 2013, serta tiga sepeda motor. Selain itu, ia mencatat harta bergerak lainnya senilai Rp263,5 juta, kas dan setara kas sebesar Rp1.210.861.557, serta kategori harta lainnya senilai Rp1,349 miliar. Dalam laporan tersebut, ia tidak mencantumkan kepemilikan surat berharga dan melaporkan tidak memiliki utang. (FAD)


























