JAKARTA, AFU.ID — Seorang anak perempuan berusia 12 tahun ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar tersebut. Sebelum ditemukan meninggal, korban diketahui beberapa kali meminta telepon selulernya yang sedang digadaikan sang ibu agar ditebus.
Kapolsek Cibinong Kompol Jony Handoko mengatakan korban ditemukan oleh kakeknya berinisial S (61) pada Selasa sekitar pukul 12.30 WIB. Kakek korban datang ke rumah karena sehari-hari korban diketahui sering tinggal bersamanya. “Saksi mencoba menolong korban tapi sudah meninggal,” kata Jony, Rabu (19/08/2026).
Kakek korban kemudian menghubungi orangtua yang sedang bekerja, pihak RW, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Pondok Rajeg. Polisi selanjutnya mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi. Dari pemeriksaan awal, polisi menyatakan tidak menemukan tanda-tanda luka akibat kekerasan pada tubuh korban.
Berdasarkan keterangan orangtua kepada polisi, telepon seluler milik korban sedang digadaikan ibunya untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Korban disebut beberapa kali meminta agar telepon tersebut ditebus, tetapi kedua orangtuanya belum memiliki cukup uang. Meski demikian, polisi belum menyimpulkan persoalan telepon seluler tersebut menjadi penyebab kematian korban.
Sebelum ditemukan meninggal, korban masih menjalani aktivitas seperti biasa. Pada Senin sekitar pukul 20.00 WIB, korban diketahui masih menggunakan telepon seluler milik ibunya dan menyiapkan seragam sekolah. Sang ibu kemudian meminta korban tidur sebelum berangkat bekerja ke wilayah Ciracas, Jakarta Timur, sekitar pukul 20.30 WIB.
Ayah korban berangkat bekerja pada keesokan harinya, sementara korban berada di rumah bersama adiknya yang berusia empat tahun. Ketika kakeknya tiba dan menemukan korban meninggal, adik korban diperkirakan sedang bermain di luar rumah. Polisi masih mendalami rangkaian kejadian tersebut melalui keterangan keluarga dan hasil olah TKP.
Keluarga korban menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Surat penolakan autopsi juga telah dibuat oleh pihak keluarga. Polisi menegaskan penyebab pasti kematian masih dalam penyelidikan dan belum menyimpulkan adanya hubungan langsung antara persoalan telepon seluler dengan dugaan bunuh diri tersebut. (RHU)