JAKARTA, AFU.ID — Pemadaman listrik meluas melanda Kota Batam pada Senin (12/10/2026) pagi, sekitar pukul 06.37 WIB. Gangguan tersebut turut berdampak pada sistem interkoneksi Batam-Bintan, termasuk wilayah Tanjungpinang dan Pulau Bintan, serta mengganggu aktivitas masyarakat dan pelayanan publik.
Lebih dari 411.000 pelanggan terdampak akibat pemadaman tersebut. Sejumlah lampu lalu lintas tidak berfungsi sehingga memicu kemacetan. Layanan telekomunikasi di beberapa titik juga terganggu, sementara distribusi air bersih ikut terdampak karena instalasi pengolahan air minum (IPAM) bergantung pada pasokan listrik.
Sejumlah warga di Nongsa, Batam Centre, Batu Aji, Tiban, dan kawasan lainnya mengeluhkan terganggunya pasokan air bersih. Aktivitas perkantoran dan usaha turut terhambat karena sebagian fasilitas harus mengandalkan generator set (genset). PT PLN Batam melakukan pemulihan pasokan listrik secara bertahap dengan memprioritaskan fasilitas vital, seperti bandara, rumah sakit, dan pelabuhan.
Pada Selasa (13/10/2026) dini hari, sekitar 98 persen pelanggan dilaporkan telah kembali menikmati pasokan listrik, sedangkan pemulihan beban listrik mencapai hampir 99 persen. Meski demikian, sebagian pelanggan masih menunggu pemulihan hingga pagi hari. Muncul dugaan bahwa pemadaman listrik di Batam itu terencana.
Dalam sebuah unggahan di media sosial, disebutkan bahwa pemadaman listrik di Batam telah direncanakan selama tiga hari, yakni 12–14 Oktober 2026. Informasi yang beredar itu menyebut pasokan listrik hanya akan disuplai dari PLTD Tanjungpinang sehingga masyarakat diklaim hanya akan menikmati aliran listrik selama enam jam.
Narasi lain juga mengaitkan gangguan listrik dengan kerusakan kabel bawah laut Singapura-Batam hingga gangguan transmisi di Sumatera. Lantas, benarkah pemadaman listrik di Batam tersebut telah direncanakan? Manager Komunikasi PLN Batam, Yoga Perdana Sulastama, membantah informasi tersebut. Ia menegaskan bahwa kabar mengenai pemadaman terencana selama tiga hari dan pembatasan waktu nyala listrik selama enam jam tidak benar atau hoaks.
“PT PLN Batam menegaskan bahwa seluruh informasi tersebut adalah tidak benar (hoaks),” kata Yoga saat dikonfirmasi di Batam, Selasa (13/10/2026). Ia menegaskan, PLN Batam tidak pernah mengeluarkan pengumuman mengenai pemadaman terencana maupun pembatasan waktu nyala listrik seperti yang beredar di media sosial dan grup WhatsApp.
Ia juga menyatakan bahwa informasi yang mengaitkan gangguan layanan internet dengan kerusakan kabel bawah laut Singapura-Batam tidak berkaitan dengan gangguan maupun proses pemulihan sistem kelistrikan PLN Batam. Terkait penyebab pemadaman, indikasi awal yang disampaikan PLN menyebut adanya hewan liar yang masuk ke area Gardu Induk Sungai Harapan. Namun, penyebab pasti gangguan tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
PLN Batam juga menyatakan akan memberikan kompensasi secara otomatis kepada pelanggan terdampak apabila gangguan memenuhi ketentuan standar mutu pelayanan yang berlaku. Untuk menghindari penyebaran informasi keliru, Yoga mengimbau masyarakat agar memantau perkembangan penanganan gangguan melalui kanal resmi PLN Batam, yakni Instagram @ptplnbatam, Facebook PT PLN Batam, Contact Center (0778) 5702 123, serta aplikasi bright by PLN Batam. “Pastikan informasi yang diterima bersumber dari kanal resmi PLN Batam dan hindari menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” tegasnya. (EER)