JAKARTA, AFU.ID — Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Akhmad Sodiq ikut diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan di Purwokerto, Jawa Tengah. Operasi tersebut berkaitan dengan dugaan penerimaan oleh penyelenggara negara dalam proses penerimaan mahasiswa baru. Sebelum namanya terseret dalam operasi KPK, Akhmad Sodiq dikenal sebagai akademisi bidang peternakan yang kemudian menduduki posisi tertinggi di Unsoed.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, Akhmad Sodiq menjadi satu dari 14 orang yang diamankan dalam operasi pada Kamis (20/8/2026). Sebanyak 12 orang diamankan di Purwokerto, sementara dua lainnya ditangkap di Jakarta, dengan uang tunai ratusan juta rupiah turut disita sebagai barang bukti. “Benar, KPK melakukan kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Purwokerto, Jawa Tengah,” kata Budi.
Profil Akhmad Sodiq
Akhmad Sodiq memiliki latar belakang pendidikan di bidang peternakan yang ditempuh sejak jenjang sarjana. Ia menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Peternakan Unsoed, kemudian melanjutkan studi S2 di George-August University dan meraih gelar doktor di Kassel University, Jerman, dengan bidang keilmuan Animal Science. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia berkarier sebagai akademisi dengan fokus pada produksi ternak dan sistem produksi ternak.
Karier Akhmad Sodiq di Unsoed kemudian berkembang ke jajaran pimpinan universitas. Ia pernah menjabat Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed periode 2018-2022 sebelum terpilih sebagai rektor pada Maret 2022. Masa kepemimpinannya berlanjut setelah ia dilantik kembali sebagai Rektor Unsoed periode 2026-2030 oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto di Jakarta pada 19 Mei 2026.
Rekam Jejak Akademik dan Organisasi
Selama berkarier di dunia pendidikan, Akhmad Sodiq menerima sejumlah penghargaan atas aktivitas akademik dan pengabdiannya. Ia pernah meraih Satyalancana Karya Satya XX Tahun pada 2017, Unsoed Award bidang Pengabdian kepada Masyarakat, serta beberapa penghargaan sebagai dosen berprestasi di tingkat Fakultas Peternakan dan universitas. Penghargaan tersebut diberikan sebelum namanya kini menjadi sorotan dalam perkara yang ditangani KPK.
Selain kegiatan akademik, Akhmad Sodiq aktif dalam sejumlah organisasi profesi dan kemasyarakatan. Ia tercatat sebagai Dewan Pengawas DPW Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Jawa Tengah, Dewan Pakar Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI), serta Dewan Pembina Asosiasi Sarjana Membangun Desa (SMD) Jawa Tengah. Ia juga tercatat aktif dalam organisasi kemasyarakatan di Banyumas, termasuk sebagai A'wan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyumas dan Dewan Kehormatan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) Kabupaten Banyumas. (RAI)