JAKARTA, AFU.ID — Nama Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Prof Norman Arie Prayogo ikut menjadi sorotan setelah terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Purwokerto, Jawa Tengah. Norman menjadi salah satu pejabat kampus yang diamankan bersama Rektor Unsoed Akhmad Sodiq dan Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Kuat Puji Prayitno. OTT tersebut berkaitan dengan dugaan penerimaan dalam proses penerimaan mahasiswa baru.
“Norman dan Kuat,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo saat menjelaskan dua wakil rektor yang terjaring OTT, Jumat (21/8/2026). KPK sebelumnya mengamankan 12 orang di Purwokerto dan dua orang di Jakarta pada Kamis, 20 Agustus. Uang tunai senilai ratusan juta rupiah juga diamankan sebagai barang bukti awal dalam operasi tersebut.
Ketua KPK Setyo Budiyanto memastikan Rektor Unsoed Akhmad Sodiq turut diamankan dalam operasi tersebut. KPK menyebut perkara yang sedang ditangani berkaitan dengan dugaan penerimaan oleh penyelenggara negara dalam proses penerimaan mahasiswa baru. Para pihak yang diamankan masih menjalani pemeriksaan untuk menentukan status hukum masing-masing.
Norman saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsoed. Berdasarkan profil resmi universitas, ia menyelesaikan pendidikan sarjana Manajemen Sumberdaya Perairan dan magister Biologi di Unsoed, kemudian menempuh pendidikan doktoral bidang Bioteknologi di Universitas Gadjah Mada. Norman juga tercatat sebagai anggota ASEAN Fisheries Education Network.
Sebelum namanya muncul dalam OTT KPK, Norman sudah beberapa kali mendapat sorotan mahasiswa. Salah satunya terjadi saat gelombang protes terhadap kenaikan uang kuliah tunggal (UKT) Unsoed pada 2024. Norman menjadi salah satu pejabat rektorat yang menemui mahasiswa ketika polemik biaya kuliah berlangsung.
Pada Juni 2024, Norman menyampaikan rancangan baru biaya UKT yang diajukan universitas akan mengalami penurunan setelah kebijakan sebelumnya mendapat penolakan mahasiswa. Unsoed ketika itu harus mengusulkan kembali besaran UKT dan Iuran Pengembangan Institusi setelah pemerintah membatalkan kenaikan UKT di sejumlah perguruan tinggi negeri. Polemik tersebut sempat memicu beberapa aksi mahasiswa di lingkungan kampus.
Penampilan Norman saat menghadapi aksi mahasiswa pada 2024 juga sempat menjadi perbincangan di media sosial. Sejumlah unggahan menyoroti pakaian dan aksesori yang dikenakannya serta mengaitkannya dengan gaya hidup mewah. Namun, berbagai taksiran harga barang yang beredar di media sosial tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan sumber kekayaan maupun keterkaitannya dengan perkara yang kini ditangani KPK.
Norman juga dikaitkan dengan sejumlah aktivitas usaha di luar lingkungan akademik. Salah satu yang banyak diberitakan adalah rumah makan Mas Norman di Purwokerto yang menawarkan menu rahang tuna dan berbagai olahan ikan panggang. Informasi mengenai bisnis tersebut perlu dipisahkan dari perkara OTT karena KPK hingga kini belum menyatakan adanya hubungan antara aktivitas usaha Norman dan dugaan korupsi penerimaan mahasiswa baru.
Di lingkungan akademik, Norman aktif dalam bidang perikanan dan sumber daya perairan. Sejumlah penelitian yang tercatat atas namanya membahas reproduksi ikan, bioteknologi hingga budidaya perikanan. Ia juga masih menjalankan aktivitas sebagai pimpinan Unsoed sebelum operasi tangkap tangan KPK berlangsung.
KPK hingga Jumat masih mendalami peran masing-masing pihak yang diamankan dalam OTT tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk menentukan status hukum Rektor Unsoed, dua wakil rektor dan pihak lain yang dibawa penyidik. Konstruksi perkara secara lengkap akan disampaikan setelah proses pemeriksaan awal selesai. (RHU)