Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
China Batalkan Peluncuran Chang’e-7 ke Bulan, Ada Apa dengan Misi Buru Es Kutub Selatan?
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Peluncuran misi luar angkasa Chang'e 7 milik Tiongkok ditunda (Dok. Istimewa)
JAKARTA, AFU.ID— China menunda peluncuran misi robotik Chang’e-7 yang dipersiapkan untuk memburu dan mempelajari es di kawasan kutub selatan Bulan. Peluncuran yang semula ditargetkan akhir pekan ini ditunda setelah pesawat antariksa tersebut belum memenuhi persyaratan teknis untuk beroperasi. Badan Antariksa China belum menetapkan jadwal baru dan masih mengevaluasi kesiapan seluruh sistem Chang’e-7.
Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan keselamatan dan peluang keberhasilan misi di lingkungan Bulan yang ekstrem. "Wahana antariksa bulan tidak memenuhi syarat peluncuran," demikian pernyataan resmi otoritas China yang disiarkan media pemerintah, Minggu (23/8/2026).
Chang’e-7 dirancang membawa pesawat pengorbit, pendarat, rover, dan robot kecil yang dapat melompat untuk menjelajahi permukaan Bulan. Misi tersebut tertuju ke kawasan kutub selatan, terutama daerah kawah yang bagian dalamnya nyaris tidak pernah terkena cahaya Matahari. Kondisi itu menjadi sasaran penting karena wilayah yang terus berada dalam bayangan diperkirakan mampu mempertahankan endapan es dalam waktu sangat lama.
Pencarian es menjadi tujuan utama karena air dapat menjadi sumber daya penting bagi eksplorasi manusia di masa depan. Selain memenuhi kebutuhan hidup astronaut, air secara prinsip dapat dipecah menjadi hidrogen dan oksigen yang berpotensi digunakan sebagai bahan bakar roket. Chang’e-7 juga akan mengukur lokasi, kondisi, dan karakteristik sumber daya tersebut secara langsung untuk mengetahui seberapa jauh es Bulan bisa dimanfaatkan.
Bagian paling unik dari misi ini adalah robot pelompat yang dirancang menjangkau lokasi yang sulit didatangi rover biasa. Robot tersebut dapat berpindah dengan melompat menggunakan sistem propulsi, termasuk menuju kawah gelap yang suhunya bisa turun hingga di bawah minus 200 derajat Celsius. "Dengan Chang'e-7, program bulan China bergeser dari program eksplorasi menjadi program pemanfaatan sumber daya," kata ahli geologi Bulan dari Universitas Hong Kong, Yuqi Qian.
Penundaan Chang’e-7 terjadi ketika China dan Amerika Serikat sama-sama membidik kawasan kutub selatan Bulan untuk mencari sumber daya. China menyiapkan Chang’e-8 sebagai kelanjutan untuk menguji pemanfaatan material Bulan, sementara sejumlah misi AS juga diarahkan ke wilayah tersebut. Rangkaian misi ini menjadi bagian dari ambisi China membangun International Lunar Research Station sekaligus mempersiapkan eksplorasi manusia yang lebih jauh. (RAI)