JAKARTA, AFU.ID — Lima bupati di Sulawesi Selatan (Sulsel) ramai-ramai bergabung ke Partai Gerindra dan langsung dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di daerah masing-masing. Langkah tersebut memunculkan spekulasi mengenai menguatnya konsolidasi politik partai besutan Presiden Prabowo Subianto menjelang kontestasi politik 2029. Kelima kepala daerah itu dikukuhkan sebagai Ketua DPC Gerindra oleh Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD Gerindra Sulsel di UpperHills Convention Hall, Makassar, Selasa (4/8/2026).
Mereka adalah Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim, Bupati Enrekang Muh. Yusuf Ritangnga, Bupati Wajo Andi Rosman, Bupati Kepulauan Selayar Muhammad Natsir Ali, dan Bupati Sinjai Ratnawati Arif. Selain itu, Anggota DPR RI Unru Baso dikukuhkan sebagai Ketua DPC Gerindra Luwu Timur serta Trisal Tahir sebagai Ketua DPC Gerindra Palopo. Saat pengukuhan, Dasco meminta para pengurus baru berkomitmen menjalankan organisasi dan memenangkan Gerindra pada setiap pemilu. Dia berharap kepengurusan baru itu diharapkan memperkuat konsolidasi partai di Sulawesi Selatan. "Saya pikir ini pengurus baru dengan semangat baru di Sulsel, tentunya ini akan terjadi perkembangan-perkembangan yang signifikan," kata Dasco.
Pengamat Komunikasi Politik UIN Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad, menilai Gerindra kini mengandalkan figur kepala daerah yang telah memiliki modal elektoral, jaringan birokrasi, dan tingkat pengenalan publik yang tinggi. Menurutnya, perpindahan elite politik ke Gerindra juga tidak terlepas dari posisi partai tersebut sebagai partai penguasa setelah Prabowo menjadi presiden. "Dalam ilmu politik dikenal efek bandwagon, yakni kecenderungan elite politik mendekati partai yang memiliki akses terhadap pusat kekuasaan," ujarnya.
Ia menilai langkah tersebut merupakan investasi politik jangka panjang untuk memperkuat mesin partai menghadapi Pemilu dan Pilkada mendatang. Namun, ia mengingatkan keberhasilan strategi itu tetap bergantung pada kemampuan Gerindra menjaga soliditas internal dan mengintegrasikan kader lama dengan tokoh-tokoh baru. Senada, pengamat politik Universitas Hasanuddin Ali Armunanto menilai bergabungnya lima kepala daerah berpotensi memperkuat jaringan politik Gerindra sekaligus menjadi tantangan bagi partai-partai yang selama ini dominan di Sulawesi Selatan, seperti Golkar dan NasDem. Menurutnya, kepala daerah tidak hanya membawa popularitas, tetapi juga jaringan politik dan sumber daya yang dapat memperkuat kerja organisasi partai di tingkat daerah. (EER)