Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA, AFU.ID — Unggahan ucapan ulang tahun Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad kepada mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim memicu beragam spekulasi di tengah proses hukum yang tengah dihadapi mantan menteri tersebut. Dasco menegaskan ucapan itu tidak memiliki kaitan dengan perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook maupun pesan politik tertentu.
Dasco mengaku banyak menerima pertanyaan setelah unggahan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial. Menanggapi anggapan yang mengaitkan unggahan itu dengan kemungkinan pemberian amnesti kepada Nadiem, ia memastikan tidak ada maksud seperti yang berkembang di tengah publik. "Saya juga bingung jawabnya, ya. Karena sebenarnya kan enggak ada maksud begitu," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Ia menjelaskan unggahan tersebut dibuat oleh pengelola akun media sosial pribadinya yang belakangan memiliki kebiasaan memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada sejumlah tokoh. Menurut Dasco, Nadiem merupakan salah satu tokoh yang mendapat ucapan tersebut. "Admin saya yang baru membiasakan mengucapkan selamat ulang tahun kepada setiap tokoh melalui akun saya," ujarnya.
Dasco juga membantah anggapan bahwa unggahan tersebut merupakan bentuk dukungan hukum kepada Nadiem. Menurutnya, mantan menteri itu telah didampingi tim kuasa hukum yang menangani seluruh proses persidangan sehingga tidak memerlukan bantuan hukum dari dirinya.
Sebelumnya, Dasco mengunggah foto ucapan ulang tahun kepada Nadiem melalui akun Instagram pribadinya, @sufmi_dasco, pada Sabtu (4/7/2026). Unggahan tersebut segera menjadi perhatian publik dan memunculkan beragam komentar karena diunggah saat Nadiem sedang menjalani proses hukum sebagai terdakwa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook.
Melalui klarifikasi tersebut, Dasco berharap tidak ada lagi penafsiran yang menghubungkan unggahan di media sosialnya dengan proses hukum yang sedang berlangsung. Ia menegaskan ucapan ulang tahun itu murni merupakan bagian dari pengelolaan akun media sosial dan tidak mencerminkan sikap ataupun keberpihakan terhadap perkara yang tengah bergulir. (RAI)