AFU.id

PBNU Umumkan Struktur Kepengurusan Baru, Gus Kikin Tambah 21 Kursi: Siapa Saja Nama Besarnya?

Bagikan:

Penulis: Fadhlan RobbaniReporter: Fadhlan Robbani

Ringkasan Berita

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah mengumumkan struktur kepengurusan baru untuk periode 2026-2031 dengan total 210 pengurus, meningkat dari 189 pengurus sebelumnya. Penambahan ini bertujuan untuk memperluas pemerataan dalam organisasi, dengan mempertimbangkan keterwakilan generasi dan unsur organisasi seperti Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Gerakan Pemuda Ansor. Beberapa tokoh besar, termasuk mantan Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Jusuf Kalla, juga tercatat dalam kepengurusan baru, di mana Gus Kikin tetap menjabat sebagai Ketua Umum.

PBNU Umumkan Struktur Kepengurusan Baru, Gus Kikin Tambah 21 Kursi: Siapa Saja Nama Besarnya?
Pengumuman Pengurus PBNU periode 2026-2031 di kantor pusat PBNU, Senen, Jakarta Pusat, Senin (30/9/2026). (FOTO: AFU.ID)

Ma'ruf Amin hingga Jusuf Kalla Masuk

Penambahan jumlah pengurus juga diikuti masuknya sejumlah nama besar ke dalam struktur PBNU periode 2026-2031. Mantan Wakil Presiden Ma'ruf Amin tercatat dalam jajaran Mustasyar. Nama mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla juga masuk dalam jajaran yang sama. Selain itu, sejumlah tokoh lain juga tercantum dalam struktur baru, termasuk mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh yang menempati posisi Katib Aam.

Sementara Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul masuk sebagai Wakil Ketua Umum PBNU. Di jajaran Syuriah, KH Miftachul Akhyar tetap menempati posisi Rais Aam. Posisi Wakil Rais Aam diisi KH Nurul Huda Jazuli, KH Anwar Iskandar, KH Afifuddin Muhajir, KH Muhammad Musthofa Aqiel Sirodj, dan KH Bahauddin Nur Salim atau Gus Baha.

Pada jajaran Tanfidziyah, Gus Kikin tetap menjadi Ketua Umum. Ia didampingi tujuh Wakil Ketua Umum, termasuk Gus Ipul, KH Muhammad Faiz Syukron, Ganefri, Muhammad Lukman Edy, Abdul Ghoffar Rozin, Gus Ipang, dan Juri Ardiantoro. Gudfan Arif ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal, sementara Ainun Naim menjadi Bendahara Umum. Struktur baru tersebut menjadi susunan resmi PBNU untuk masa khidmah 2026-2031, dengan jumlah keseluruhan mencapai 210 orang atau bertambah 21 orang dibandingkan periode sebelumnya. (FAD)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi