Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah mengumumkan struktur kepengurusan baru untuk periode 2026-2031 dengan total 210 pengurus, meningkat dari 189 pengurus sebelumnya. Penambahan ini bertujuan untuk memperluas pemerataan dalam organisasi, dengan mempertimbangkan keterwakilan generasi dan unsur organisasi seperti Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Gerakan Pemuda Ansor. Beberapa tokoh besar, termasuk mantan Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Jusuf Kalla, juga tercatat dalam kepengurusan baru, di mana Gus Kikin tetap menjabat sebagai Ketua Umum.
Pengumuman Pengurus PBNU periode 2026-2031 di kantor pusat PBNU, Senen, Jakarta Pusat, Senin (30/9/2026). (FOTO: AFU.ID)
JAKARTA, AFU.ID — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengumumkan struktur kepengurusan masa khidmah 2026-2031 dengan total 210 pengurus. Jumlah tersebut bertambah 21 orang dibandingkan kepengurusan periode sebelumnya yang berjumlah 189 orang. Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin mengatakan penambahan jumlah pengurus dilakukan untuk memperluas pemerataan dalam struktur organisasi, baik berdasarkan generasi maupun unsur organisasi.
"Sehingga secara keseluruhan, hasil Muktamar di Lampung seluruh jajaran pengurus PBNU 189 orang dan yang sekarang total semuanya 210 orang, dengan mengalami kenaikan sebesar 21 orang," kata Gus Kikin saat mengumumkan susunan kepengurusan PBNU di Kantor Pusat PBNU, Jakarta Pusat, Senin (30/9/2026). Menurut Gus Kikin, komposisi baru itu tidak hanya memperhatikan keterwakilan generasi, tetapi juga unsur organisasi yang berada di lingkungan NU.
"Ini dimaksudkan kita ingin ada pemerataan. Pemerataan dari semua jajaran, dari generasi-generasi yang awal sampai akhir," ujarnya. Ia juga menyebut unsur Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Gerakan Pemuda Ansor ikut diperhitungkan dalam penyusunan struktur. "Kemudian dari seluruh jajaran lembaga-lembaga yang ada di lingkungan Nahdlatul Ulama, itu ada IPNU, PMII, maupun Ansor, itu kita seimbangkan," kata Gus Kikin.
Berdasarkan Surat Keputusan PBNU yang dilihat Afu.id, komposisi dan personalia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmah 2026-2031 telah dituangkan dalam SK Nomor 2/PB.01/A.II.01.01/99/09/2026. SK tersebut berisi pengesahan komposisi dan personalia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmah 2026-2031. Dokumen itu juga mencatat Rapat Tim Formatur yang digelar pada Minggu (27/9/2026) di Surabaya. Rapat berlangsung mulai pukul 21.00 WIB hingga 23.50 WIB. Dengan pengesahan tersebut, struktur kepengurusan baru PBNU kemudian diumumkan kepada publik pada 30 September 2026.
Penambahan jumlah pengurus juga diikuti masuknya sejumlah nama besar ke dalam struktur PBNU periode 2026-2031. Mantan Wakil Presiden Ma'ruf Amin tercatat dalam jajaran Mustasyar. Nama mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla juga masuk dalam jajaran yang sama. Selain itu, sejumlah tokoh lain juga tercantum dalam struktur baru, termasuk mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh yang menempati posisi Katib Aam.
Sementara Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul masuk sebagai Wakil Ketua Umum PBNU. Di jajaran Syuriah, KH Miftachul Akhyar tetap menempati posisi Rais Aam. Posisi Wakil Rais Aam diisi KH Nurul Huda Jazuli, KH Anwar Iskandar, KH Afifuddin Muhajir, KH Muhammad Musthofa Aqiel Sirodj, dan KH Bahauddin Nur Salim atau Gus Baha.
Pada jajaran Tanfidziyah, Gus Kikin tetap menjadi Ketua Umum. Ia didampingi tujuh Wakil Ketua Umum, termasuk Gus Ipul, KH Muhammad Faiz Syukron, Ganefri, Muhammad Lukman Edy, Abdul Ghoffar Rozin, Gus Ipang, dan Juri Ardiantoro. Gudfan Arif ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal, sementara Ainun Naim menjadi Bendahara Umum. Struktur baru tersebut menjadi susunan resmi PBNU untuk masa khidmah 2026-2031, dengan jumlah keseluruhan mencapai 210 orang atau bertambah 21 orang dibandingkan periode sebelumnya. (FAD)