JAKARTA, AFU.ID — Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026) malam, menjadi saksi pengumuman resmi komposisi dan personalia PBNU masa khidmah 2026–2031 hasil Muktamar ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Pengumuman struktur lengkap yang memuat sekitar 210 orang pengurus ini dibacakan langsung oleh Katib Aam PBNU Prof. Dr. Mohammad Nuh, didampingi Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) serta Rais Aam KH Miftachul Akhyar.
Susunan kepengurusan periode ini langsung menyita perhatian publik lantaran diisi oleh deretan tokoh nasional, negarawan, ulama kharismatik, hingga tokoh lintas sektor. Dalam jajaran Dewan Penasihat atau Mustasyar, tercatat nama Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI H. M. Jusuf Kalla (JK), Wakil Presiden ke-13 RI Prof. Dr. KH. Ma'ruf Amin, serta mantan Ketua Umum PBNU periode 2010–2021 Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA.
Tidak hanya itu, gerbong Mustasyar juga diisi oleh tokoh-tokoh besar lainnya seperti KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), istri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid yaitu Nyai Hj. Shinta Nuriyah A. Wahid, Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) KH. Irfan Yusuf, hingga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi sekaligus mantan Menko Polhukam Prof. Dr. Moh. Mahfud MD.
Di jajaran pimpinan Syuriyah, penunjukan KH. Bahauddin Nur Salim (Gus Baha) sebagai salah satu Wakil Rais Aam mendampingi Rais Aam KH. Miftachul Akhyar turut menjadi sorotan utama umat Islam di tanah air. Gus Baha disandingkan dengan jajaran wakil rais aam lainnya seperti KH. Nurul Huda Jazuli, KH. Anwar Iskandar, KH. Afifuddin Muhajir, dan KH. Muhammad Musthofa Aqiel Sirodj.
Ketua Umum PBNU Gus Kikin mengungkapkan, masuknya tokoh-tokoh besar seperti Jusuf Kalla dan Gus Baha merupakan wujud nyata ikhtiar organisasi dalam membangun kebersamaan yang inklusif. Menurut Gus Kikin, JK memiliki kedekatan kultural dan historis yang kuat dengan Nahdlatul Ulama, termasuk dari latar belakang keluarganya. "Ya itu kan termasuk warga NU, itu dari olahraga, dari orang tuanya pun juga sudah NU. Maka kemudian kita memang membangun kebersamaan," ujar Gus Kikin kepada wartawan di Kantor PBNU.
Gus Kikin menambahkan, PBNU berupaya merangkul dan mengakomodasi berbagai unsur dari seluruh kawasan dan wilayah di Indonesia agar roda organisasi dapat merajut kebersamaan yang kokoh ke depannya. Sementara itu, terkait bergabungnya Gus Baha dalam struktur pimpinan harian Syuriyah, Gus Kikin menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya yang mendalam.
Ia menilai ulama asal Rembang tersebut merupakan salah satu figur panutan yang sangat menonjol dan dihormati di Indonesia. "Ya itu termasuk salah satu tokoh yang di Indonesia itu sangat menonjol. Makanya kemudian siapa pun yang bisa kita ajak, dan alhamdulillah termasuk Gus Baha itu bersedia untuk ikut menjadi pengurus di apa di PBNU ini, dan itu alhamdulillah. Ini satu hal yang sangat luar biasa," terang Gus Kikin. (MAR)