JAKARTA, AFU.ID — Nasib orang memang tak ada yang tahu. Pagi hari, Kamis (1/10/2026), Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, masih bersiap mengikuti sebuah agenda penting, sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia. Seperti biasa, Listyo mengenakan seragam kebesarannya dengan empat bintang mengkilat di pundak. Tujuannya adalah kawasan Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, untuk mengikuti rangkaian Upacara Hari Kesaktian Pancasila. Pukul 08.00 upacara berlangsung khidmat hingga pukul 08.30.
Usai upacara, Listyo terlihat masih berinteraksi dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Saat itu, Presiden Prabowo Subianto sedang menyapa dan menyalami beberapa pejabat dan tokoh publik yang hadir di upacara tersebut. Namun, tanpa dinyana, pukul 09.10, ternyata menjadi detik-detik terakhir Listyo menyandang jabatannya.
Pada jam tersebut, dinamika politik bergerak begitu cepat di Kompleks Parlemen Senayan. Ketua Komisi III DPR Habiburokhman menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) Nomor R57/Pres/09/2026 tertanggal 30 September 2026 perihal usulan pemberhentian dari jabatan Kapolri dan pengangkatan dalam jabatan Kapolri. Presiden mengajukan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai calon tunggal pengganti Listyo.
Tanpa membuang waktu, Komisi III DPR langsung menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap Komjen Suyudi pagi itu juga. Seleksi berjalan singkat dan kilat, di mana Suyudi hanya diberikan waktu pemaparan visi-misi paling lama 10 menit sebelum akhirnya Komisi III secara aklamasi menyetujui pengangkatannya. Usai uji kelayakan rampung, proses langsung dibawa ke Gedung Nusantara II untuk disahkan dalam Rapat Paripurna DPR yang dipimpin oleh Ketua DPR Puan Maharani. Dalam sidang paripurna tersebut, Puan mengetok palu persetujuan setelah seluruh anggota dewan serentak menjawab "setuju".
Puan Maharani menyebutkan bahwa proses kilat ini sengaja dikebut agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di Korps Bhayangkara, mengingat pelantikan resmi dijadwalkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada siang hari selepas zuhur. "Insyaallah setelah dzuhur calon Kapolri akan segera dilantik oleh Bapak Presiden," ujar Puan di Gedung DPR RI.
Pergantian kilat di ujung siang ini sontak mengingatkan publik pada drama pencopotan pejabat tinggi yang polanya nyaris serupa, mengulangi nasib Purbaya Yudhi Sadewa. Sebagaimana publik tahu, Purbaya mengalami detik-detik pencopotan yang berjalan di tengah jalan. Saat itu, Purbaya sedang sibuk mengikuti rapat dengan Komite IV DPD RI. Dia tengah memaparkan materi kebijakan fiskal dan RAPBN.
Di tengah pemaparan tersebut, Purbaya tiba-tiba mendapat panggilan telepon mendadak dari pihak Istana. Purbaya kemudian meninggalkan ruangan sambail terus menelpon. Dana seperti yang diketahui publik, sore harinya posisi Menteri Keuangan sudah berganti dari tangan Purbaya ke Suahasil Nazara yang dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sore itu juga.
Hanya saja, dalam konteks Listyo, sang jenderal masih cukup beruntung. Jika Purbaya tak lagi mendapatkan jabatan, Listyo masih bisa merasakan empuknya kursi pimpinan. Pasalnya, Listyo dikabarkan akan menjabat sebagai Kepalas Staf Presiden (KSP). Hal itu dibenarkan sendiri oleh Listyo saat dikonfirmasi. "Ya katanya hari ini saya akan dilantik menjadi KSP, tapi nanti jelasnya pada saat setelah dilantik," ujarnya, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Tentunya, berbeda dengan Purbaya yang berseloroh akan pergi memancing setelah menjabat dan kemudian berjalan-jalan ke Yogyakarta, Listyo masih akan mengarahkan langkahnya ke lingkaran kekuasaan. Jika setiap pagi sebelumnya dari rumah dia melangkah ke Trunojoyo, kini dia akan melangkahkan kakinya ke arah jalan Veteran. (MAR)