Prioritas keempat adalah penguatan penegakan hukum. Suyudi menekankan pentingnya penanganan perkara yang tepat, sah, berbasis bukti, memiliki kepastian hukum, dan berkeadilan. Ia juga menyebut narkotika tetap menjadi salah satu fokus penindakan. Selain itu, premanisme dan pemerasan, kejahatan jalanan, tawuran, serta aksi debt collector juga masuk dalam agenda penegakan hukum.
"Prioritas penindakan tegas terhadap kejahatan, humanis terhadap masyarakat. Narkotika tetap menjadi fokus, premanisme dan pemerasan, kejahatan jalanan, tawuran, dan debt collector juga menjadi prioritas," ujar Suyudi. "Humanis tidak berarti permisif terhadap kejahatan, tegas tidak berarti sewenang-wenang," sambungnya. Prioritas kelima yang disampaikan Suyudi adalah penguatan pengawasan.
Ia ingin pola pengawasan di tubuh Polri bergerak dari pendekatan reaktif menjadi berbasis risiko. Sementara prioritas keenam adalah akuntabilitas anggaran. Selain enam program prioritas tersebut, Suyudi memaparkan sejumlah quick wins yang akan menjadi sasaran dalam 100 hari pertama jika dirinya menjadi Kapolri. Beberapa di antaranya adalah pemberantasan judi daring dan penipuan digital, pemulihan kawasan narkoba, serta penguatan Polres dan Polsek.
Baca Juga
"Quick wins 100 hari. Mulai dari ruang publik aman, pemberantasan dan pemulihan kawasan narkoba, bersih judi daring dan penipuan digital," kata Suyudi. Ia juga menjanjikan harmonisasi standar operasional prosedur (SOP) dengan KUHAP baru dan prinsip hak asasi manusia (HAM), serta penerapan scientific investigation. Program 100 hari itu akan dibagi menjadi tiga tahap.
Pada hari pertama hingga ke-30, Suyudi mengatakan akan memetakan kondisi riil Polri, menetapkan komando perubahan, dan membangun baseline. Kemudian pada hari ke-31 hingga ke-60, tahapannya adalah menguji berbagai perbaikan yang telah dilakukan. "Hari ke-31 sampai 60: yaitu menguji perbaikan," ujarnya. Sedangkan hari ke-61 hingga ke-100 diarahkan untuk melihat hasil perbaikan sekaligus melakukan koreksi apabila terdapat kegagalan.
"Hari ke-61 ke 100: memperlihatkan hasil dan mengoreksi kegagalan," kata Suyudi. Suyudi menegaskan, program 100 hari tersebut bukan sekadar untuk memperbanyak agenda di awal kepemimpinan. "100 hari pertama bukan panggung untuk mengumumkan sebanyak mungkin program. 100 hari pertama adalah fase membuktikan arah," tegasnya. Suyudi merupakan calon Kapolri yang diusulkan Presiden Prabowo Subianto melalui Surat Presiden kepada DPR. Komisi III DPR kemudian menggelar fit and proper test terhadap Suyudi pada Kamis (1/10/2026). (FAD)





























