JAKARTA, AFU.ID — Badan Gizi Nasional (BGN) akan membawa koordinator wilayah (Korwil) Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Purwakarta ke sidang etik kepegawaian terkait dugaan aksi pencambukan terhadap Kepala SPPG Purwakarta yang terjadi di lingkungan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor, Jawa Barat. Langkah tersebut diambil setelah BGN melakukan investigasi awal atas peristiwa yang viral di media sosial.
Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO) BGN, Rahman, mengatakan penanganan internal dilakukan sesuai ketentuan kepegawaian yang berlaku. Menurut dia, sidang etik menjadi bagian dari mekanisme organisasi untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran disiplin dan perilaku pegawai.
“Sebagai tindak lanjut atas hasil investigasi, posisi yang bersangkutan sebagai Koordinator Wilayah Purwakarta akan dilakukan penanganan melalui sidang etik kepegawaian di Biro SDMO BGN Pusat sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Rahman, Sabtu.
Rahman menegaskan setiap dugaan pelanggaran akan ditangani secara profesional berdasarkan hasil pemeriksaan yang objektif. Langkah tersebut juga dilakukan untuk menjaga profesionalisme, kedisiplinan, dan integritas personel yang terlibat dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut dia, seluruh personel yang terlibat dalam program MBG wajib menjunjung tinggi etika kerja dan mematuhi aturan yang berlaku. Perselisihan di lingkungan kerja, kata dia, tidak boleh diselesaikan melalui tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun.
Sementara itu, Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, mengatakan lembaganya masih terus mendalami peristiwa tersebut. BGN menegaskan tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan yang terjadi di lingkungan kerja.
“BGN menaruh perhatian serius terhadap peristiwa yang terjadi di lingkungan KPPG Bogor. Kami telah melakukan investigasi untuk mendalami kronologi dan fakta-fakta terkait. Setiap bentuk kekerasan tidak dapat dibenarkan dan harus ditangani secara serius sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Tysa.
Hasil penelusuran sementara BGN menunjukkan bahwa Kepala KPPG Bogor dan Kepala Subbagian Tata Usaha berada di lokasi saat perselisihan terjadi. Keduanya disebut telah berupaya melerai pihak-pihak yang terlibat sebelum insiden tersebut menjadi lebih besar.
Peristiwa ini mencuat setelah sebuah video yang memperlihatkan aksi pencambukan di salah satu ruangan KPPG Bogor beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut terlihat seorang pria mencambuk pria lainnya di hadapan sejumlah orang yang berada di lokasi.
Kepala KPPG Bogor, Haidir, sebelumnya menyatakan insiden itu terjadi pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Pihaknya masih mendalami penyebab perselisihan yang berujung pada dugaan tindakan kekerasan tersebut serta telah berkoordinasi dengan pimpinan BGN di Jakarta mengenai langkah penanganan dan kemungkinan sanksi terhadap pihak yang terlibat.
Menurut Haidir, kedua pihak yang terlibat telah mendapat teguran keras. Selain itu, KPPG Bogor juga menyerahkan proses penentuan sanksi lanjutan kepada pimpinan BGN sesuai hasil investigasi yang sedang berjalan. (RHU)