JAKARTA, AFU.ID — Selasa (25/8/2026) ditetapkan sebagai hari libur nasional untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Tanggal tersebut bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah yang diperingati sebagai hari kelahiran Nabi Muhammad. Umat Islam dapat memanfaatkan waktu libur untuk memperbanyak ibadah sekaligus mempelajari kembali keteladanan Rasulullah.
Majelis Ulama Indonesia menyebut sejumlah amalan yang dapat diperbanyak selama bulan Maulid, antara lain membaca shalawat, menjalankan puasa sunah, dan bersedekah. Kementerian Agama juga menempatkan pembacaan sejarah kehidupan atau sirah Nabi sebagai bagian penting dalam peringatan Maulid. Amalan tersebut merupakan anjuran umum dan bukan ritual wajib yang hanya boleh dikerjakan pada 12 Rabiul Awal.
1. Memperbanyak Shalawat
Membaca shalawat menjadi salah satu amalan yang dapat dilakukan selama libur Maulid Nabi. Perintah bershalawat kepada Nabi Muhammad tercantum dalam Surah Al-Ahzab ayat 56. Salah satu bacaan singkat yang dapat diamalkan ialah, “Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad,” yang berarti memohon agar Allah melimpahkan rahmat kepada Nabi Muhammad beserta keluarganya.
Shalawat dapat dibaca secara pribadi setelah salat maupun bersama keluarga. Tidak terdapat ketentuan jumlah tertentu yang wajib dipenuhi khusus pada hari Maulid. Karena itu, pembacaannya dapat disesuaikan dengan kemampuan tanpa menganggap jumlah tertentu sebagai kewajiban agama.
2. Membaca Sirah dan Meneladani Akhlak Nabi
Peringatan Maulid tidak hanya diisi dengan mengenang kelahiran Nabi Muhammad, tetapi juga mempelajari perjalanan hidupnya. Umat Islam dapat membaca sirah nabawiyah atau mengikuti pengajian yang membahas kehidupan dan perjuangan Rasulullah. Kegiatan tersebut dapat diarahkan pada pemahaman mengenai sifat jujur, dapat dipercaya, penyayang, dan adil.
Keteladanan itu kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga hingga tempat kerja. Surah Al-Ahzab ayat 21 menempatkan Rasulullah sebagai teladan bagi orang yang mengharapkan rahmat Allah dan hari akhir. Dengan demikian, pembacaan sirah tidak berhenti sebagai pengetahuan sejarah.
3. Bersedekah dan Berbagi Makanan
Sedekah menjadi amalan lain yang dapat dikerjakan pada momentum Maulid Nabi. Bentuknya tidak harus berupa uang, tetapi dapat dilakukan dengan membagikan makanan, membantu tetangga, menyantuni anak yatim, atau mendukung warga yang sedang mengalami kesulitan. Nilainya dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
Kegiatan berbagi sebaiknya dilakukan tanpa mengeksploitasi atau mempermalukan penerimanya. Sedekah juga tidak harus menunggu acara peringatan Maulid yang digelar secara besar. Bantuan dapat diberikan secara langsung maupun melalui lembaga sosial yang dapat dipertanggungjawabkan.
4. Menjalankan Puasa Sunah Sesuai Waktunya
MUI turut memasukkan puasa sunah sebagai amalan yang dapat diperbanyak pada bulan Maulid. Nabi Muhammad diketahui menjalankan puasa pada hari Senin dan menjelaskan bahwa hari tersebut merupakan hari kelahirannya. Umat Islam dapat mengikuti puasa Senin-Kamis atau puasa sunah lain sesuai ketentuan yang berlaku.
Namun, Maulid Nabi 2026 jatuh pada hari Selasa. Tidak terdapat kewajiban menjalankan puasa khusus pada Selasa hanya karena bertepatan dengan 12 Rabiul Awal. Karena itu, puasa sebaiknya tetap mengikuti jenis dan jadwal puasa sunah yang memiliki dasar.
5. Berdoa dan Mempererat Silaturahmi
Libur Maulid Nabi juga dapat dimanfaatkan untuk berdoa, membaca Al-Qur’an, menghadiri pengajian, dan mempererat hubungan keluarga. Tidak ada satu doa khusus Maulid Nabi yang wajib dibaca. Umat Islam dapat memanjatkan doa-doa yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadis maupun memohon kebaikan dengan bahasa yang dipahami.
Peringatan Maulid di berbagai daerah biasanya juga diisi dengan pembacaan shalawat, ceramah, dan kegiatan sosial. Bentuk pelaksanaannya dapat berbeda mengikuti tradisi masyarakat sepanjang tidak diisi dengan perbuatan yang bertentangan dengan ajaran agama. Momentum tersebut dapat digunakan untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah melalui ibadah dan penerapan akhlaknya. (RHU)