AFU.id

KKP RI Buka Segmentasi Usaha, Budi Daya Lobster Lombok Timur Makin Terstruktur

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

KKP RI Buka Segmentasi Usaha, Budi Daya Lobster Lombok Timur Makin Terstruktur
(Foto: KKP RI)

Regulasi Bentuk Rantai Budi Daya Lobster di Lombok Timur

Lebih lanjut, lobster hasil budi daya berukuran minimal 50 gram dapat dikeluarkan ke luar wilayah Indonesia dengan memenuhi ketentuan yang berlaku. Mekanisme itu mensyaratkan surat keterangan asal lobster dari unit pelaksana teknis perikanan budi daya atau kedinasan terkait. Regulasi juga mewajibkan restocking sedikitnya dua persen dari hasil panen dengan ukuran minimal 50 gram per ekor.

Pada tingkat pelaku, ekspansi usaha terlihat dari pengalaman Sahwan yang memulai budi daya pada 2016 dengan satu lubang keramba. Kini, jumlah keramba yang Ia kelola mencapai 150 lubang dan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar. Perkembangan itu memperlihatkan, peningkatan kapasitas usaha dapat memberikan dampak ekonomi di tingkat lokal. “Berkat budi daya lobster, saya sekarang bisa mempekerjakan orang di sekitar,” tuturnya.

Sementara itu, keberlanjutan usaha bergantung terhadap kualitas benih, pengelolaan pakan, kebersihan jaring dan keramba, dan pengawasan rutin. Faktor itu menentukan tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan lobster hingga mencapai ukuran panen. Oleh karenanya, pertumbuhan jumlah pembudidaya perlu beriringan dengan peningkatan standar teknis agar ekspansi produksi tak mengorbankan keberlanjutan.

Pada akhirnya, target menjadikan Indonesia produsen utama lobster budi daya membutuhkan lebih dari sekadar peningkatan jumlah pembudidaya. Data 1.563 pelaku dan ekspansi keramba menunjukkan basis produksi mulai terbentuk, tetapi konsistensi kualitas, efisiensi rantai produksi, akses pasar, dan kepastian usaha akan menentukan apakah pertumbuhan tersebut dapat naik kelas. Alhasil, regulasi baru menjadi penting bukan hanya karena membuka peluang usaha, tetapi karena harus mampu mengubah pertumbuhan lokal menjadi industri lobster yang berdaya saing. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi