JAKARTA, AFU.ID — Kabupaten Aceh Tamiang mulai diselimuti kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan. Kabut asap dengan tingkat kepekatan ringan hingga sedang itu mulai terpantau pada Kamis dan memasuki sejumlah wilayah di kabupaten tersebut. Kondisi ini memicu kewaspadaan pemerintah daerah karena berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat dan menurunkan jarak pandang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, Iman Suhery, mengatakan asap yang saat ini menyelimuti daerahnya diduga merupakan kiriman dari wilayah Sumatera Selatan yang masih mengalami karhutla. Dugaan tersebut mengacu pada hasil pemantauan citra satelit dan perkembangan sebaran asap yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Berdasarkan pemantauan tersebut, sebaran asap telah bergerak ke arah Provinsi Aceh dan mulai berdampak pada Aceh Tamiang. “Hari ini asap karhutla sudah masuk Aceh Tamiang. Diduga asap tersebut merupakan kiriman dari Sumatera Selatan,” kata Iman Suhery, Kamis (15/10/2026).
Menurut Iman, BPBD Aceh Tamiang melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) terus memantau perkembangan kabut asap dari hari ke hari. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui tingkat kepekatan asap sekaligus mengantisipasi dampak yang dapat ditimbulkan terhadap aktivitas masyarakat. Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan BMKG dan instansi terkait untuk memperoleh informasi terkini mengenai arah sebaran asap.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan. Warga juga dianjurkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna mengurangi risiko menghirup partikel asap.
Selain itu, masyarakat diminta menjaga kualitas udara di dalam rumah dengan menutup pintu dan jendela ketika kondisi asap semakin pekat. Warga juga disarankan memperbanyak konsumsi air putih dan menerapkan pola hidup sehat untuk menjaga daya tahan tubuh. Langkah ini dinilai penting untuk meminimalkan dampak buruk kabut asap terhadap kesehatan. “Untuk saat ini, perbanyak konsumsi air putih, terapkan pola hidup sehat, dan jangan melakukan pembakaran terbuka,” ujar Iman.
BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara terbuka. Tindakan tersebut dapat memperburuk kualitas udara dan meningkatkan risiko terjadinya kebakaran di tengah kondisi cuaca yang cenderung kering. Masyarakat diminta berperan aktif menjaga lingkungan guna mencegah munculnya sumber asap baru di wilayah Aceh Tamiang.
Selain berdampak pada kesehatan, kabut asap berpotensi mengurangi jarak pandang di sejumlah ruas jalan. Pengguna kendaraan diminta lebih berhati-hati, terutama saat melintas pada pagi dan malam hari ketika kondisi kabut cenderung lebih tebal. Pengendara juga diimbau menyalakan lampu kendaraan untuk meningkatkan keselamatan selama perjalanan.
BPBD Aceh Tamiang meminta warga segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti sesak napas, batuk berkepanjangan, iritasi mata, pusing, atau gangguan kesehatan lainnya. Masyarakat juga diminta tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Informasi resmi mengenai perkembangan kabut asap dapat diperoleh melalui BMKG, BPBD, dan instansi pemerintah terkait.
Iman menegaskan pihaknya akan terus memantau perkembangan sebaran kabut asap yang masuk ke wilayah Aceh Tamiang. Hasil pemantauan tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah mitigasi apabila kondisi kualitas udara memburuk. BPBD juga memastikan informasi terbaru akan terus disampaikan kepada masyarakat agar dapat melakukan langkah antisipasi sejak dini. (RHU)