JAKARTA, AFU.ID — Presiden Prabowo Subianto resmi melantik dua Wakil Menteri Keuangan baru, yaitu Nurkholisoh Ibnu Aman dan Luky Alfirman, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Langkah pengangkatan ini dilakukan secara taktis guna memperkuat lini koordinasi kebijakan fiskal dan pengelolaan keuangan negara di bawah komando Menteri Keuangan. Kehadiran dua figur baru ini melengkapi jajaran struktural pendamping menteri bersama Wakil Menteri Keuangan yang sudah ada sebelumnya, Juda Agung. Struktur baru dengan komposisi tiga wakil menteri ini dirancang untuk merespons dinamika makroekonomi global serta mempercepat sinkronisasi kebijakan moneter nasional.
Nurkholisoh Ibnu Aman merupakan ekonom senior dan peneliti dari Bank Indonesia yang memiliki spesialisasi kuat di bidang kebijakan moneter serta pasar keuangan. Alumnus Teknik Industri ITB angkatan 2002 ini menyelesaikan pendidikan MBA di University of Chicago Booth School of Business dan meraih gelar Doktor dari University of Edinburgh. Rekam jejak profesionalnya tercatat panjang di dunia riset ekonomi bank sentral setelah sempat merintis karier awal sebagai Senior Associate di firma konsultan global Ernst & Young. Penunjukannya ke dalam kabinet diproyeksikan untuk memperkuat jembatan komunikasi serta harmonisasi regulasi makro antara otoritas fiskal Kemenkeu dan kebijakan moneter Bank Indonesia.
Sementara itu, Luky Alfirman merupakan birokrat karier murni dari internal Kementerian Keuangan dengan masa pengabdian struktural selama lebih dari 30 tahun. Lulusan S1 Teknik Industri ITB tahun 1994 ini mematangkan keahlian akademisnya melalui perolehan gelar Master dan Ph.D bidang Economics dari University of Colorado Boulder. Perjalanan kedinasannya di birokrasi keuangan sangat panjang, mencakup posisi strategis sebagai Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Dirjen Perimbangan Keuangan, hingga Dirjen Anggaran. Pengangkatan ini sekaligus menandai kembalinya Luky ke lingkaran utama pengambil keputusan fiskal nasional setelah sempat dicopot dari posisi Dirjen Anggaran pada April 2026 lalu.
Langkah penambahan dua wakil menteri baru ini menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat kapasitas Kementerian Keuangan dari dua pilar kompetensi yang berbeda. Nurkholisoh membawa keahlian dari dunia riset kebijakan moneter, sedangkan Luky membawa penguasaan mendalam atas teknis birokrasi anggaran dan manajemen risiko pembiayaan negara. Integrasi tiga wamenkeu ini diharapkan mampu menyelesaikan berbagai sumbatan birokrasi, penataan alokasi dana transfer daerah, serta pengelolaan defisit APBN secara lebih prudent. Pemerintah memosisikan perubahan kelembagaan ini sebagai mesin penggerak utama untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong pertumbuhan industri domestik.
"Proses sinkronisasi kebijakan anggaran dan pelacakan efisiensi belanja negara akan langsung menjadi prioritas kerja seratus hari pertama," tulis dokumen program fiskal kabinet. Langkah taktis awal yang disiapkan meliputi audit investigatif terhadap kebocoran distribusi anggaran daerah serta penguatan koordinasi lintas sektor bersama kementerian koordinator baru. Dokumen laporan harta kekayaan dan pakta integritas dari kedua pejabat baru ini juga telah diverifikasi secara administrasi untuk memenuhi standar transparansi publik. Publik kini terus mengawal jalannya perombakan struktural ini agar tata kelola keuangan negara dapat berjalan secara transparan dan berkeadilan bagi seluruh wilayah. (RHU)