Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Reshuffle Kabinet, Suahasil Gantikan Purbaya: Prabowo Titip APBN dan Keuangan Negara
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa dalam reshuffle Kabinet Merah Putih pada 14 September 2026. Suahasil, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 2019, ditugaskan untuk menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara serta memastikan pengelolaan APBN dapat mendukung program prioritas pemerintah dan pertumbuhan ekonomi dengan mempertahankan defisit di bawah 3 persen. Pelantikan ini diharapkan dapat melanjutkan kebijakan fiskal tanpa perubahan besar dalam struktur kementerian.
Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa dalam reshuffle Kabinet Merah Putih, Senin (14/9/2026). (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)
JAKARTA, AFU.ID — Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa dalam reshuffle Kabinet Merah Putih, Senin (14/9/2026). Suahasil akan memimpin Kementerian Keuangan hingga berakhirnya masa jabatan kabinet pada 2029 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026. Sebelumnya, Suahasil menjabat di posisi Wakil Menteri Keuangan sejak 2019.
Pelantikan Suahasil berlangsung di Istana Kepresidenan dan menandai peralihan posisi Menkeu di tengah masa pemerintahan Prabowo-Gibran. Pengalaman panjangnya di Kementerian Keuangan menjadi salah satu modal untuk melanjutkan kebijakan fiskal pemerintah tanpa perubahan besar dalam struktur kementerian. "Menurut saya ini bukan perubahan, ini adalah kelanjutan saja. Bukan perubahan, kelanjutan," ujar Suahasil seusai pelantikan.
Tugas utama yang diberikan Prabowo kepada Suahasil adalah menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara, terutama melalui pengelolaan APBN. Presiden juga menginginkan APBN tetap mampu membiayai program prioritas pemerintah, mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus menjaga stabilitas perekonomian. "Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara. Menjaga kredibilitas keuangan negara tersebut," kata Suahasil. Ia menambahkan, kebijakan fiskal akan tetap diarahkan untuk menjaga kondisi APBN dalam batas yang aman. Salah satu komitmen yang ditegaskannya adalah mempertahankan defisit APBN di bawah 3 persen.
Suahasil bukan wajah baru dalam pemerintahan karena sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan sejak Oktober 2019, termasuk di era pemerintahan Jokowi maupun kabinet Prabowo-Gibran. Ia juga pernah memimpin Badan Kebijakan Fiskal (BKF) dan memiliki pengalaman panjang sebagai akademisi ekonomi di Universitas Indonesia sebelum masuk lebih jauh ke pemerintahan. (RAI)