JAKARTA, AFU.ID — Langit Kalimantan masih diselimuti kabut asap pekat dan ribuan personel gabungan masih berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sayangnya, upaya kemanusiaan tersebut, malah ternoda oleh aksi tidak peka dari para elite pejabat daerah kembali memantik amarah publik. Sorotan tajam kali ini tertuju pada perayaan ulang tahun Masrupah Syarifuddin, istri Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar. Perayaan ulang tahun bernuansa mewah dengan mengusung tema "Kembali Muda" tersebut digelar di sebuah restoran pada akhir Agustus 2026.
Video serta foto-foto kemeriahan acara mendadak beredar luas di media sosial, memicu gelombang kritik dari warganet yang menilai acara tersebut amat tone-deaf atau tuli terhadap penderitaan masyarakat bawah yang sedang mengisap asap karhutla setiap hari. Gelombang kemarahan publik membuncah di berbagai platform media sosial.
Salah satu postingan dari akun X @bismillahyuk_ mengecam keras perayaan tersebut. "Betapa tone-deaf-nya para pejabat Indonesia. Masrupah Syarifuddin adalah Istri Sekda Kalimantan Selatan. Ia merupakan satu dari sekian banyaknya pejabat yang tidak punya akal sehat. Di tengah kebakaran Kalsel, Istri Sekda ngerayain ultah dengan mewah," tulisnya, dikutip Minggu (30/8/2026).
Akun lain, @sibambaang, menambahkan sorotan dengan menegaskan. "Krisis karhutla melanda, istri pejabat asyik pesta. Acara ulang tahun istri Sekda Kalsel menuai kritik keras warganet. Publik menilai perayaan tersebut nirempati karena dilakukan di tengah situasi darurat bencana kebakaran hutan dan lahan yang sedang melanda wilayah Kalimantan," cuitnya
Sorotan ini bukanlah yang pertama kali terjadi di Pulau Kalimantan. Kejadian di Kalimantan Selatan seolah mengulangi deretan preseden serupa di provinsi tetangga. Sebagaimana diungkapkan oleh akun @southestrora, kekecewaan publik terus berakumulasi. "Setelah Kaltim, Kalteng, dan sekarang gilirannya Kalsel," ujarnya.
Sebelumnya, di Kalimantan Tengah, publik dibuat geleng-geleng kepala ketika perayaan ulang tahun istri Gubernur Kalteng dibanjiri baliho dan ucapan selamat dari seluruh jajaran instansi serta lembaga daerah. "Ada gila-gilanya dunia. Tadi liat berita, istri gubernur kalteng diucapin ulang tahun 1 halaman koran penuh," cuit akun @kucinghilang_
Netizen juga kemudian mengunggah kegiatan sang istri gubernur Kalteng yang tengah asyik berlibur. "Kalimantan Tengah lagi dilanda musibah kebakaran hutan. Masyarakatnya ngehirup asap. Istri Gubernur Kalimantan Tengah lagi asik2 nya liburan nih gengs. Seru banget yah?" kata @bismillahyuk_
Pola serupa juga sempat memicu kontroversi di Kalimantan Timur saat jajaran elite daerah asyik memamerkan agenda seremonial pribadi ketika kawasan hutan sedang membara. Di tengah kritik deras yang berdatangan, sebagian pihak berargumen agar publik menunggu klarifikasi resmi serta menilai bahwa kegiatan syukuran pribadi pada dasarnya tidak melanggar hukum selama tak memakai anggaran negara.
Namun bagi warganet dan korban terdampak karhutla, etika publik dan rasa empati pejabat di kala bencana merupakan hal mendasar yang seharusnya dijunjung tinggi di atas kepatuhan formal belaka. Kemewahan pesta dan selebrasi di ruang tertutup terasa sangat kontras apabila disandingkan dengan data faktual bencana karhutla yang sedang mengepung wilayah Kalimantan sepanjang Agustus 2026.
Berdasarkan data resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel yang diperbarui per 25 Agustus 2026, tercatat sebanyak 1.903 kejadian karhutla dengan total 9.088,75 hektare lahan terdampak dan 10.910 titik panas (hotspot) yang terdeteksi tersebar di berbagai kabupaten/kota.
Sementara di Kalimantan Timur, berdasarkan data Dinas Kehutanan Provinsi Kaltim per 25 Agustus 2026, akumulasi lahan yang hangus terbakar mencapai 572,83 hektare. Sementara itu, Stasiun BMKG Balikpapan mencatat lonjakan drastis hotspot sepanjang 1–21 Agustus 2026 hingga mencapai 11.869 titik panas.
Di Kalimantan Tengah, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Kalteng, bulan Agustus 2026 menjadi puncak lonjakan karhutla tertinggi sepanjang tahun dengan catatan akumulasi sejak awal tahun mencapai 4.883 titik hotspot dan lebih dari 933 kejadian kebakaran aktif. BMKG bahkan mencatat Pulau Kalimantan menjadi penyumbang terbesar titik panas nasional dalam sehari pada 25 Agustus 2026, yakni mencapai 3.391 titik. (MAR)