AFU.id

Asap Karhutla Terdeteksi Masuk Jakarta, Empat Wilayah Catat Udara Tidak Sehat

Bagikan:

Penulis: Fadhlan RobbaniReporter: Fadhlan Robbani

Ringkasan Berita

Kualitas udara di empat wilayah DKI Jakarta terdeteksi tidak sehat pada Minggu (18/10/2026) akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masuk ke Ibu Kota, dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai angka tertinggi 122 di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, mengenakan masker, dan memantau informasi resmi mengenai kualitas udara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa asap terdeteksi juga di wilayah sekitar seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, meskipun keberadaannya bersifat sementara.

Asap Karhutla Terdeteksi Masuk Jakarta, Empat Wilayah Catat Udara Tidak Sehat
Kabut polusi menyelimuti gedung-gedung di Jakarta, Selasa (8/9/2026). (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)

Warga Diminta Batasi Aktivitas di Luar Ruangan

Mengantisipasi potensi penurunan kualitas udara, Pemprov DKI Jakarta mengimbau masyarakat melakukan perlindungan mandiri. Warga diminta mengenakan masker, menutup pintu dan jendela rumah, serta membatasi aktivitas di luar ruangan. Masyarakat juga diminta memantau informasi resmi dari instansi terkait untuk mengetahui perkembangan kualitas udara di lingkungan masing-masing.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan asap karhutla terdeteksi memasuki Jakarta dan wilayah sekitarnya pada Jumat (16/10/2026). Berdasarkan pengamatan citra satelit, sebaran asap juga terpantau di Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Namun, BMKG menyebut keberadaan asap di wilayah Jawa bagian barat tersebut hanya berlangsung sesaat.

Sekretaris Utama BMKG Guswanto menjelaskan, pergerakan asap dipengaruhi perubahan arah dan melemahnya kecepatan angin pada lapisan atmosfer tempat asap terpantau. Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani mengatakan sebaran asap karhutla masih terpantau di sebagian besar wilayah Sumatera dan Kalimantan, Sulawesi bagian tengah hingga selatan, Kepulauan Maluku, serta sebagian besar Papua.

Asap di sejumlah wilayah tersebut bergerak ke arah barat laut hingga timur laut. Pergerakannya dipengaruhi pola angin pada lapisan atmosfer 925–500 hPa yang secara umum bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 5–34 knot. Meski asap terdeteksi di Jabodetabek, BMKG mengingatkan bahwa keberadaan asap yang terpantau melalui satelit tidak selalu menunjukkan peningkatan konsentrasi polutan di permukaan. (FAD)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi