JAKARTA, AFU.ID — Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Arrmanatha Christiawan Nasir sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia menggantikan Sugiono. Pergantian tersebut menjadi salah satu keputusan paling menyita perhatian dalam reshuffle kabinet karena mengembalikan kursi Menteri Luar Negeri ke tangan diplomat karier setelah hampir dua tahun dipimpin figur politik.
Arrmanatha mengaku baru menerima informasi mengenai penunjukan dirinya beberapa jam sebelum pelantikan berlangsung di Istana Negara. "Saya sendiri baru tahu tadi siang dan diminta untuk segera datang ke Istana pada pukul 12.30 WIB," kata Arrmanatha Nasir usai pelantikan, Kamis (01/10/2026). Meski proses pergantian berlangsung cepat, ia menegaskan arah kebijakan luar negeri Indonesia akan tetap berjalan sesuai prioritas yang telah ditetapkan pemerintah.
Nama Arrmanatha bukan sosok baru di lingkungan diplomasi Indonesia. Pria kelahiran Bangkok, Thailand, 30 Desember 1971 itu merupakan diplomat karier yang bergabung dengan Kementerian Luar Negeri sejak 1997. Sebelum ditunjuk sebagai menteri, ia menjabat Wakil Menteri Luar Negeri dalam Kabinet Merah Putih. Arrmanatha juga pernah menjadi Juru Bicara Kementerian Luar Negeri pada masa Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
Karier internasional Arrmanatha cukup panjang. Ia pernah bertugas di Perutusan Tetap Republik Indonesia untuk WTO di Jenewa, Swiss, sebelum kemudian ditempatkan di Perutusan Tetap RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat. Pada periode 2019 hingga 2021, ia dipercaya menjadi Duta Besar Indonesia untuk Prancis, merangkap Andorra, Monako, dan UNESCO. Setelah itu, ia kembali ke New York sebagai Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB.
Latar belakang pendidikan Arrmanatha juga banyak ditempa di luar negeri. Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari The University of Buckingham, Inggris, kemudian menyelesaikan MBA di University of Leicester. Selain itu, ia juga memiliki gelar Magister Hubungan Internasional dari Universitas Indonesia.
Di kalangan diplomasi, Arrmanatha dikenal sebagai diplomat yang banyak menangani isu ekonomi, perdagangan internasional, dan diplomasi multilateral. Pengalaman panjang di WTO, UNESCO, dan PBB membuatnya menjadi salah satu diplomat Indonesia yang paling lama bersentuhan dengan forum internasional dalam dua dekade terakhir. Pada 2021, Pemerintah Prancis menganugerahinya penghargaan Legion d’Honneur atas kontribusi dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
Sebagai Menteri Luar Negeri yang baru, Arrmanatha akan menghadapi sejumlah agenda penting, mulai dari penguatan diplomasi ekonomi, perlindungan warga negara Indonesia di luar negeri, hingga posisi Indonesia dalam berbagai forum internasional. Pergantian tersebut juga menandai kembalinya pucuk pimpinan Kementerian Luar Negeri ke tangan diplomat karier setelah sebelumnya dipegang figur yang berasal dari jalur politik. (RHU)