JAKARTA, AFU.ID — Pemerintah resmi mengganti pucuk pimpinan Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri). Letnan Jenderal TNI (Purn) Teguh Arief Indratmoko ditunjuk sebagai Direktur Utama menggantikan Dwina Septiani Wijaya yang telah memimpin perusahaan pelat merah tersebut selama lebih dari delapan tahun.
Pergantian itu ditetapkan melalui Surat Keputusan BP BUMN Nomor 345 Tahun 2026 dan Nomor 346 Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Direktur Utama serta Ketua Dewan Pengawas Peruri. Koordinator Corporate Communication & TJSL Peruri Yahdi Lil Ihsan membenarkan keputusan tersebut. Menurutnya, surat keputusan telah ditandatangani pada 15 Juli 2026. "Setahu saya SK-nya per tanggal 15 Juli 2026 dan sesuai dengan keterangan dari BP BUMN," ujarnya, Kamis (16/7/2026).
Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria juga mengonfirmasi pergantian tersebut. Ia mengatakan keputusan diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan merupakan bagian dari kebutuhan organisasi yang telah dipersiapkan sejak lama. "Iya betul," kata Dony saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Menurut Dony, pemilihan Teguh yang berlatar belakang militer didasarkan pada karakter Peruri sebagai perusahaan strategis negara yang mengemban tugas mencetak uang rupiah dan berbagai dokumen sekuriti lainnya. Karena itu, aspek keamanan dinilai menjadi pertimbangan utama dalam menentukan sosok yang memimpin perusahaan tersebut. "Peruri ini sebetulnya perusahaan yang harus dijaga keamanannya. Ini bukan sekadar perusahaan komersial, tetapi alat negara," ujarnya.
Profil Teguh Arief Indratmoko
Teguh Arief Indratmoko lahir di Banyumas, Jawa Tengah, pada 19 September 1965. Ia merupakan lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) tahun 1988 dari kecabangan infanteri dan memulai karier militernya di satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Pada awal masa dinas, Teguh juga pernah terlibat dalam Operasi Seroja di Timor Timur.
Kariernya terus menanjak melalui berbagai jabatan strategis di lingkungan TNI Angkatan Darat. Saat masih berpangkat kolonel, ia pernah menjabat Asisten Logistik Komandan Jenderal Kopassus dan Komandan Grup 2 Kopassus pada 2011 hingga 2012. Setelah menyandang pangkat Brigadir Jenderal pada 2015, Teguh dipercaya menjadi Komandan Korem 091/Aji Surya Natakesuma sebelum ditarik ke Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) sebagai Wakil Komandan pada 2016.
Setahun kemudian, Teguh memperoleh kenaikan pangkat menjadi Mayor Jenderal dan dipercaya sebagai Staf Ahli Panglima TNI. Pada 2018, ia memimpin Kodam Iskandar Muda di Aceh sebelum menjabat Asisten Intelijen Kepala Staf Angkatan Darat (Asintel KSAD) pada periode 2020-2021.
Promosi menjadi Letnan Jenderal diraih Teguh pada 2021 bersamaan dengan penugasannya sebagai Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad). Menjelang akhir karier militernya, ia dipercaya menjadi Komandan Jenderal Akademi TNI hingga memasuki masa pensiun pada 2023.
Selepas pensiun, Teguh menjabat Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), organisasi yang dibentuk pasca-Pilpres 2024 dan menjadi wadah relawan pendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Dua tahun kemudian, BP BUMN menunjuknya sebagai Direktur Utama Peruri dengan pertimbangan memperkuat tata kelola keamanan pada perusahaan strategis milik negara tersebut. (RAI)