JAKARTA, AFU.ID - Menjelang Minggu malam, pernahkah Anda mendadak merasa cemas, gelisah, atau enggan menyambut esok hari padahal sedang tidak ada masalah besar? Perasaan tertekan yang muncul secara konsisten di penghujung akhir pekan ini dikenal luas dalam dunia psikologi sebagai istilah Sunday Scaries. Fenomena psikologis ini umumnya dipicu oleh transisi mental dari kondisi bebas saat libur menuju tumpukan rutinitas serta tanggung jawab di awal pekan.
Penelitian menunjukkan bahwa Sunday Scaries terjadi karena otak manusia secara alami cenderung memproses rasa cemas terhadap hal-hal yang belum terjadi (anticipatory anxiety). Saat membayangkan tumpukan pekerjaan, tugas yang menumpuk, atau pertemuan penting di hari Senin, otak meresponsnya seolah ancaman tersebut sedang terjadi saat ini juga. Hal inilah yang memicu peningkatan hormon kortisol sehingga tubuh terasa tegang dan sulit rileks di Minggu malam.
Kebiasaan menunda pekerjaan (procrastination) di hari Jumat juga menjadi bahan bakar utama yang memperparah kecemasan di akhir pekan. Ketika Anda meninggalkan pekerjaan dalam kondisi berantakan sebelum libur, otak akan terus mencatat hal tersebut sebagai beban tertunda yang wajib diselesaikan. Akibatnya, masa istirahat Sabtu dan Minggu terganggu oleh rasa bersalah dan bayang-bayang beban kerja yang menunggu.
Untuk meredakan Sunday Scaries, Anda tidak perlu merombak seluruh jadwal harian secara drastis. Langkah paling efektif adalah dengan menuliskan daftar rencana kegiatan (to-do list) untuk hari Senin sejak Minggu sore. Mengeluarkan beban pikiran ke dalam bentuk tulisan terbukti secara medis mampu menenangkan fokus otak, sehingga Anda bisa menikmati sisa malam Minggu dengan lebih tenang dan tidur lebih nyenyak. (RHU)