JAKARTA, AFU.ID — Fasilitas sains di dalam negeri resmi memeriahkan momentum perayaan Pekan Antariksa Dunia 2026 Indonesia dengan menggelar rangkaian edukasi publik di Taman Ismail Marzuki, Kamis (08/10/26). Otoritas pengelola Planetarium dan Observatorium Jakarta melaksanakan Pekan Astronomi Jakarta secara terbuka guna menyambut perayaan antariksa tahunan terbesar di dunia tersebut. Agenda sosialisasi nasional ini dirancang secara khusus untuk mengenalkan perkembangan teknologi luar angkasa serta memicu minat generasi muda terhadap bidang sains.
Pekan Astronomi Jakarta 2026 berlangsung pada 6-10 Oktober 2026 di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki. Masyarakat dan pelajar dapat mengunjungi lokasi pameran secara gratis dengan mengikuti alur registrasi yang disediakan oleh pihak pengelola di pintu masuk Teater Kecil. Fasilitas planetarium menyediakan berbagai aktivitas belajar luar ruangan yang edukatif seperti pameran astronomi, pertunjukan planetarium mini, hingga pengamatan matahari langsung menggunakan teleskop khusus.
Selain menikmati pameran fisik, para pengunjung juga dapat berpartisipasi langsung dalam eksperimen pembuatan roket air yang dijadwalkan berlangsung hingga Jumat besok. Seluruh rangkaian festival sains ini akan ditutup dengan acara diskusi interaktif atau talkshow astronomi bersama para pakar pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Langkah sosialisasi massal ini diharapkan mampu memberikan pemahaman nyata kepada publik mengenai manfaat besar dari aplikasi teknologi keantariksaan dalam menunjang kehidupan sehari-hari di Bumi.
Perayaan tahun global ini secara internasional mengusung tema besar Rocket Revolution yang ditentukan bersama oleh Kantor Urusan Antariksa Perserikatan Bangsa-Bangsa. Slogan tersebut menyoroti pergeseran teknologi peluncuran luar angkasa yang kini semakin terjangkau berkat kehadiran perusahaan komersial dan inovasi roket daur ulang. Komersialisasi industri antariksa global tersebut membuat akses penjelajahan bintang tidak lagi didominasi oleh program eksperimen berskala besar milik pemerintah negara maju semata.
Di sisi lain, Badan Riset dan Inovasi Nasional juga memanfaatkan momentum Pekan Antariksa Dunia ini untuk mematangkan lahan Bandar Antariksa Nasional di Biak, Papua. Proyek strategis tersebut disiapkan agar Indonesia dapat bersaing dalam industri peluncuran satelit komersial secara mandiri di wilayah regional. Kehadiran bandar antariksa lokal dinilai krusial untuk mempercepat pengembangan ekosistem sains keantariksaan domestik sekaligus menjaga kedaulatan teritorial udara nasional.(RHU)