AFU.id

BGN Batalkan Pengadaan LED Rp 535 Miliar, Sempat Dibandingkan dengan Pesawat Karhutla

Bagikan:

Penulis: Fadhlan RobbaniReporter: Fadhlan Robbani

Ringkasan Berita

Badan Gizi Nasional (BGN) membatalkan rencana pengadaan layar LED senilai Rp 535,3 miliar yang menjadi sorotan publik karena anggarannya tidak tersedia dan harga barang yang akan dibeli belum jelas. Pembatalan ini disampaikan oleh Kepala BGN Sudaryono dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR RI, dan dipicu oleh perbandingan nilai pengadaan tersebut dengan kebutuhan penanganan kebakaran hutan dan lahan. Proses pengadaan yang dimulai sebelum Sudaryono menjabat tersebut akhirnya dibatalkan setelah pihaknya mengetahui situasi pada Juli 2026.

BGN Batalkan Pengadaan LED Rp 535 Miliar, Sempat Dibandingkan dengan Pesawat Karhutla
Arsip - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryonodi Jakarta, Rabu (26/8/2026). ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo

Sudaryono menjelaskan proses pengadaan LED tersebut sebenarnya telah dimulai sebelum dirinya menjabat sebagai Kepala BGN. Menurut dia, proses tersebut sudah berjalan sejak 1 April 2026, sementara dirinya bersama jajaran pimpinan BGN mulai mengetahui persoalan pengadaan itu setelah masuk pada Juli 2026. Setelah mengetahui rencana tersebut, BGN memutuskan untuk membatalkannya.

Namun, proses pembatalan masih harus melalui tahapan administratif. “Dan begitu kami Juli kami masuk, kami dilaporkan ini, ini kemudian ini keputusan kami cancel,” kata Sudaryono. Ia memastikan BGN tidak mengizinkan pengadaan LED tersebut dilanjutkan. Pembatalan dilakukan karena tidak adanya anggaran sekaligus belum jelasnya harga barang yang akan dibeli.

“Jadi, LED ini kami tidak mengizinkan untuk diadakan karena satu anggarannya enggak ada, yang kedua harganya enggak ada,” pungkas Sudaryono. Sebelumnya, informasi mengenai rencana pengadaan LED BGN senilai Rp 535,3 miliar ramai dibahas di media sosial. Informasi yang beredar menyebut rencana awal pengadaan mencapai 25.644 unit, sementara penyedia disebut hanya mampu menyelesaikan 21.801 unit atau sekitar 85,01 persen. Besarnya nilai pengadaan tersebut kemudian dibandingkan dengan kebutuhan penanganan karhutla, termasuk harga pesawat pemadam kebakaran. (FAD)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi