JAKARTA, AFU.ID — Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menyiapkan 60 Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) untuk 2027. Puluhan program tersebut dibagi ke dalam delapan klaster prioritas dengan target utama mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 6 persen. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan penyusunan 60 program tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo. Program-program itu dirancang untuk memberikan efek pengganda atau multiplier effect terhadap pembangunan sekaligus mendorong pemerataan ekonomi.
"Sesuai arahan Bapak Presiden, pada 2027 PKPN yang terdiri dari 60 program tersebar ke dalam 8 klaster," kata Rachmat dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, dikutip Jumat (28/8/2026). Menurut Rachmat, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027 melalui program-program prioritas yang memiliki dampak terhadap berbagai sektor pembangunan. "Pertumbuhan tinggi akan dicapai dari program-program prioritas melalui program yang punya multiplier effect di bidang pembangunan, khususnya pembangunan yang mengarah kepada pemerataan," ujarnya.
Delapan klaster tersebut mencakup kedaulatan pangan; kemandirian energi dan air; pendidikan; kesehatan; hilirisasi dan industrialisasi; infrastruktur, perumahan dan ketahanan bencana; ekonomi kerakyatan dan desa; serta penurunan kemiskinan. Pada klaster kedaulatan pangan, pemerintah menyiapkan sejumlah program untuk meningkatkan produksi dan kapasitas sektor pangan serta perikanan. Program tersebut mencakup pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih, penyediaan 4.582 kapal ikan modern, serta pengembangan 40.000 lokasi budidaya ikan darat tematik.
Pemerintah juga menargetkan revitalisasi tambak nila salin seluas 14.090 hektare di kawasan Pantai Utara Jawa, pemodelan dan replikasi 2.000 hektare tambak udang terintegrasi, serta pengembangan 2.000 hektare kawasan sentra industri garam nasional. Program lainnya meliputi pengembangan kawasan pangan terintegrasi, pengembangan kawasan perkebunan untuk komoditas sawit, tebu, kakao, kelapa, kopi, jambu mete dan rempah, serta peningkatan produksi daging, susu, dan telur.
Klaster kedua adalah kemandirian energi dan air. Pemerintah memasukkan sejumlah target besar di sektor energi, termasuk penerapan mandatori biodiesel B50 dan bioetanol E20. Pemerintah juga menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt, penerapan Standar Kinerja Energi Minimum (SKEM), serta konversi 6 juta unit sepeda motor berbahan bakar minyak menjadi motor listrik. Di sektor gas, pemerintah menargetkan pembangunan jaringan gas kota untuk 1 juta sambungan rumah. Selain itu, peningkatan lifting minyak dan gas bumi menjadi bagian dari program prioritas.
Pemerintah juga merencanakan pembangunan 10 small scale green modular refinery dan enam fasilitas penyimpanan, eksplorasi 10 blok migas baru, elektrifikasi 10.000 desa, serta pengelolaan sampah menjadi energi listrik melalui program PSEL. Program energi lainnya mencakup pembangunan PLTA skala besar terintegrasi, penyediaan kompor listrik bagi 2 juta hingga 5 juta rumah tangga, optimalisasi 45.000 sumur minyak masyarakat, optimalisasi lifting pada 13.824 sumur tua, serta program swasembada air.
Pendidikan, Kesehatan dan Hilirisasi
Pada bidang pendidikan, pemerintah memasukkan Makan Bergizi Gratis untuk anak sekolah sebagai salah satu program prioritas. Program lainnya meliputi revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah serta bantuan perlengkapan sekolah. Pemerintah juga menargetkan pembangunan 500 Sekolah Nasional Terintegrasi, pengembangan Studio Guru, serta digitalisasi pendidikan melalui penyediaan 2 juta papan interaktif digital.
Selain itu, pemerintah menargetkan pembangunan 20 Sekolah Garuda baru dan transformasi 80 Sekolah Garuda, pembangunan 500 Sekolah Rakyat, serta pendirian 10 universitas baru berbasis STEMM dengan fokus antara lain pada bidang kedokteran. Program pendidikan lainnya adalah mencetak 500.000 lulusan SMK yang dapat bekerja secara global, pembangunan Akademi Olahraga Nasional dan Pusat Pelatihan Nasional, peningkatan kesejahteraan guru melalui transfer langsung tunjangan, serta perlindungan anak di ruang digital melalui PP TUNAS. Di sektor kesehatan, pemerintah memasukkan perluasan Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Pemerintah juga menargetkan peningkatan kapasitas 66 rumah sakit, pemeriksaan kesehatan gratis, serta penuntasan tuberkulosis.
Klaster kelima adalah hilirisasi dan industrialisasi. Pemerintah menyiapkan hilirisasi 18 proyek industri strategis, pengembangan mobil nasional dan motor nasional, pembangunan ekosistem industri kedirgantaraan, serta pengembangan industri semikonduktor. Sementara pada klaster infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana, pemerintah menempatkan pembangunan Giant Sea Wall sebagai salah satu proyek prioritas. Program tersebut juga mencakup rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera, Gerakan ASRI yang meliputi gentengisasi, pengendalian sampah dan penghijauan, serta program 3 juta rumah yang terdiri atas 1 juta rumah baru dan 2 juta renovasi rumah.
Pemerintah juga menargetkan pengembangan jaringan kereta api nasional. Pada klaster ekonomi kerakyatan dan desa, pemerintah menargetkan pembentukan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Pemerintah juga menempatkan percepatan pembangunan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T sebagai salah satu program prioritas. Klaster terakhir berfokus pada penurunan kemiskinan melalui program PRO-KESRA atau program bantuan sosial terintegrasi.
Pemerintah juga menargetkan PRO-KESRA bagi 10 juta penduduk agar dapat berusaha dan bekerja. Pemerintah berharap 60 PKPN 2027 tidak hanya menjadi program sektoral, tetapi mampu menciptakan efek pengganda terhadap perekonomian. Target akhirnya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi 6 persen sekaligus memperluas pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (EER)