AFU.id

KKP RI Gelontorkan Rp13,73 Triliun untuk 6 Program Prioritas 2027, Hasil Jadi Taruhan

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

KKP RI Gelontorkan Rp13,73 Triliun untuk 6 Program Prioritas 2027, Hasil Jadi Taruhan
Menteri KP RI, Sakti Wahyu Trenggono bersama Ketua Komisi IV DPR RI, yakni Titiek Soeharto. (Foto: KKP RI)

Capaian dan Akuntabilitas Uji 6 Program Prioritas KKP RI TA 2027

Sebagai informasi, pagu KKP RI TA 2027 tetap sebesar Rp16,65 triliun dengan Rp13,73 triliun atau 82,45% untuk mendukung Program Kerja Prioritas Nasional/Direktif Presiden. Termasuk pula alokasi untuk program prioritas ekonomi biru serta tugas, fungsi, dan pelayanan publik. Komposisi itu menempatkan sebagian besar anggaran kementerian pada agenda yang mempunyai target pembangunan langsung.

Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Titiek Soeharto menyatakan dukungan terhadap alokasi anggaran tersebut. Ia berpesan kepada Sakti Wahyu Trenggono beserta jajarannya untuk menggunakannya secara baik, transparan, akuntabel, terukur, serta tepat sasaran dan waktu. “Mengingat anggaran tersebut sangat dibutuhkan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan Indonesia,” ujarnya.

Komisi IV DPR lantas mengharapkan seluruh program dan kegiatan KKP RI terlaksana secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat. Hal itu sekaligus menjadi bagian dari penguatan sinergi antara kedua belah pihak sebagai mitra kerja dalam mendukung kebijakan Pemerintah RI. Di antaranya meningkatkan kesejahteraan nelayan, pembudidaya ikan, petambak garam, pengolah maupun pemasar hasil perikanan, serta masyarakat pesisir yang menggantungkan hidupnya pada sektor kelautan dan perikanan.

Oleh karenanya, ukuran keberhasilan enam program prioritas KKP RI TA 2027 tak berhenti pada besarnya anggaran atau jumlah lokasi, hektare, dan kapal yang menjadi target. Realisasi fisik, ketepatan penerima manfaat, dampak terhadap nelayan dan masyarakat pesisir, serta pertanggungjawaban setiap rupiah anggaran akan menjadi faktor yang sangat menentukan. Sebab pada akhirnya, rakyat akan melihat apakah konsentrasi belanja tersebut menghasilkan manfaat nyata bagi sektor kelautan dan perikanan atau tidak? (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi